Kamis, 4 Juni 2026

Longsor di Garut

Jalan Gunung Gelap Garut Masih Tertutup Longsor, Pengendara Disarankan lewat Jalur Bungbulang

Longsor paling parah terjadi di kawasan Gunung Gelap, Jalan Raya Garut-Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (8/4/2026) sore.

Tayang:
Istimewa/dok - Forum Relawan Penanggulangan Bencana Garut Selatan
LONGSOR - Kendaraan mengantre di kawasan titik longsor yang terjadi di Gunung Gelap, ruas Jalan Provinsi tepatnya di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (8/4/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Longsor parah terjadi di kawasan Gunung Gelap, Jalan Raya Garut–Pameungpeuk, Rabu (8/4/2026) sore.
  • Arus lalu lintas via Cikajang menuju selatan Garut ditutup, pengendara diarahkan lewat jalur Bungbulang.
  • Jalur Cikajang lebih cepat (3–4 jam) namun ekstrem, sedangkan Bungbulang lebih memutar (3,5–4,5 jam) tapi lebih stabil.
  • Evakuasi material longsor dilakukan oleh petugas bersama relawan dan UPT Damkar Pameungpeuk.
 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Hingga malam ini petugas masih melakukan evakuasi material longsor yang terjadi di sejumlah titik di wilayah selatan Garut.

Longsor paling parah terjadi di kawasan Gunung Gelap, Jalan Raya Garut-Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (8/4/2026) sore.

KBO Satlantas Polres Garut Ipda Ade Sulaeman mengatakan bahwa arus lalu lintas ke arah selatan Garut via Cikajang sementara tak bisa dilalui kendaraan.

"Pengendara diharapkan bisa melalui jalur ke selatan melewati wilayah Bungbulang," ujarnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Garut Selatan Dikepung Longsor, Jalan Gunung Gelap Tertutup Total

Dari pantauan Tribun, perjalanan menuju wilayah selatan Pameungpeuk dapat ditempuh melalui dua jalur utama dengan waktu tempuh yang relatif berbeda, yakni melalui Cikajang dan Bungbulang.

Untuk jalur melalui Cikajang, waktu tempuh dari pusat Garut menuju Pameungpeuk diperkirakan berkisar antara tiga hingga empat jam dalam kondisi normal. 

Namun, waktu perjalanan dapat bertambah hingga lima jam apabila terjadi kepadatan lalu lintas, cuaca buruk, atau kerusakan jalan di sejumlah titik.

Sedangkan jika melalui jalur alternatif Bungbulang umumnya membutuhkan waktu lebih lama, yakni sekitar 3,5 hingga 4,5 jam perjalanan. 

Meski demikian, jalur ini kerap dipilih sebagai opsi cadangan, terutama saat jalur Cikajang mengalami gangguan seperti longsor atau kemacetan.

Secara karakteristik, jalur Cikajang dikenal memiliki medan yang lebih ekstrem dengan banyak tanjakan, turunan, dan tikungan tajam. 

Adapun jalur Bungbulang cenderung lebih memutar, namun dinilai lebih stabil di beberapa titik sehingga menjadi pilihan bagi pengendara yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan perjalanan.

Peristiwa longsor di wilayah Gunung Gelap juga telah direspon oleh beberapa instansi terkait untuk membantu proses evakuasi material tanah yang menutupi ruas jalan.

Koordinator Forum Relawan Penanggulangan Bencana Garut Selatan Syamsul Marifat mengatakan, satu unit armada pemadam kebakaran UPT Pameungpeuk sedang menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi.

Baca juga: Cadas Pangeran Diterjang Longsor Susulan, Terjadi di Tiga Titik, Jalan Masih Tak Bisa Dilalui

"Kami relawan bersama UPT Damkar Pameungpeuk sedang menuju lokasi longsor di Gunung Gelap," ujarnya.

Pantauan Tribun titik longsor paling parah berada di kawasan Gunung Gelap, ruas Jalan Provinsi tepatnya di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cihurip.

Selain itu terdapat tiga titik longsor yakni di wilayah Kecamatan Cikajang tepatnya di Km 106, 107 dan Km 108 Desa Karamatwangi.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved