2 Bocah Penderita Gizi Buruk di Indramayu Lumpuh, Refi dan Pian Disebut Bisa Normal Lagi asalkan . .
Refi Irawan merupakan satu dari sekian banyak anak di Indonesia yang menderita gizi buruk. Bobotnya hanya 17 kg
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Refi Irawan merupakan satu dari sekian banyak anak di Indonesia yang menderita gizi buruk.
Pada usianya yang sudah menginjak 14 tahun, bobot badan Refi Irawan hanya seberat 17 kilogram.
Tidak hanya kurus kering, hingga sekarang, Refi Irawan juga belum bisa berbicara.
Selain itu, penyakit lumpuh yang dideritanya memperparah kondisi fisik Refi Irawan.
Adik dari Refi, Muhammad Septian (7) mengalami hal serupa.
Bocah yang akrab disapa Pian itu juga menderita gizi buruk ditambah gangguan pada alat pendengarannya.
Diketahui, hingga menginjak usia sekarang, kedua bocah itu juga belum pernah mendapat imunisasi.
Koordinator Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak Indonesia, Dewi Siti Komariyah mengatakan, Refi dan Pian masih memiliki masa depan.
• Kakak Beradik di Indramayu Ini Tinggal di Gubuk, Lumpuh Sejak Lahir, Ayahnya Meninggal, Ibunya Pergi
• Ribuan Warga di Desa Curug Indramayu Ungkapkan Rasa Syukur Melalui Tradisi Sedekah Bumi
Catatannya, kedua anak itu mesti mendapat perawatan insentif untuk mengembalikan kesehatan mereka.
"Harus ada perawatan khusus, jika ada mereka tentu masih memiliki masa depan," ucap dia.
Dewi Siti Komariyah menilai, Intelligence Quotient (IQ) yang dimiliki Refi masih normal dan bisa menangkap perbincangan dengan orang lain.
Pian sedikit sulit untuk diajak komunikasi karena adanya gangguan pada gendang telinganya.
Dewi juga menyarankan agar Refi dan Pian lebih baik dirawat di panti sosial sebagaimana upaya yang akan dilakukan oleh pemerintah.
Di sana kedua bocah tersebut akan mendapat perawatan khusus hingga bisa sembuh seperti anak normal pada umumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/refi-14-tahun-paling-kiri-dan-pian-7-tahun-paling-kanan-saat-diasuh-kakak-kedua-mereka.jpg)