Memasuki Musim Hujan DLH KBB Khawatir Ada Banjir Bercampur Limbah Kotor, Pengawasan Diperketat

Memasuki musim hujan, adanya pabrik nakal di KBB yang masih membuang limbah kotor ke aliran sungai dikhawatirkan terjadi banjir bercampur limbah

Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
ILUSTRASI: Hujan deras yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Rabu (9/10/2019) di Kota Cimahi menyebabkan sebagian ruas jalan tepatnya di Jalan Lurah, Kelurahan Karangmekar, Kecamatan Cimahi Tengah, terendam banjir. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Memasuki musim hujan, adanya pabrik nakal di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang masih membuang limbah kotor ke aliran sungai dikhawatirkan terjadi banjir bercampur limbah hingga airnya berwarna hitam pekat.

Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB akan mencegah masalah tersebut karena saat musim hujan biasanya aliran sungai dan drainase banyak yang tersumbat sampah hingga menyebabkan airnya meluber ke jalan dan rumah warga.

Kepala DLH KBB, Apung Hadiat Purwoko, mengatakan, pihaknya sudah mewaspadai hal tersebut, karena saat turun hujan deras biasanya limbah cair di saluran air meluber ke jalan akibat salurannya tersembat sampah.

Musim Penghujan di Pulau Jawa Diprediksi Mundur, Ini Penjelasan BMKG

Bacaan Doa Saat Hujan Turun dan Ketika Banjir Bandang, Dibaca Rasulullah agar Hujan Membawa Manfaat

"Biasanya saat musim hujan volume air di aliran sungai yang tercemar limbah tinggi, hingga air sungai bercampur limbah itu meluber ke jalan," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (1/11/2019).

Untuk penanganan banjir bercampur limbah tersebut, DLH KBB akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap pabrik pencemar limbah saat musim hujan.

"Tapi kalau pabrik itu mengelola air limbah dengan proses Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan baik tidak ada masalah," kata Apung.

Pihaknya akan mewaspadai pembuangan air limbah tanpa proses IPAL yang bisa terbawa banjir dalam kondisi airnya hitam pekat yang bisa membahayakan masyarakat karena bisa tercium bau menyengat.

Tanah Bergerak Picu Longsor di Bandung Barat, Sebuah Rumah Mewah Retak-retak Lalu Ambrol

Warga Terdampak Retakan Tanah di Garut Mulai Diungsikan

Apung mengatakan, hingga saat ini masih ada pihak pabrikyang membuang limbah kotor ke aliran sungai, namun dengan adanya air limbah yang terbawa banjir bisa memudahkan untuk melakukan pengawasan.

"Kalau ada banjir airnya berwarna hitam pekat berarti ada perusahaan nakal yang membuang limbah kotor ke aliran sungai," ucapnya.

Pihaknya juga akan memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan yang terbukti membuang limbah kotor saat musim hujan, mulai dari sanksi administrasi hingga sanksi pembekuan izin.

Untuk di KBB, hingga saat ini ada 70 pabrik yang harus dilakukan pemantuan DLH, seperti pabrik di daerah kecamatan Batujajar dan Kecamatan Padalarang.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved