Dinkes Garut Imbau Warganya untuk Waspada terhadap Penyakit DBD di Musim Pancaroba
Memasuki peralihan musim, Dinas Kesehatan ( Dinkes) Garut meminta warga mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Memasuki peralihan musim, Dinas Kesehatan ( Dinkes) Garut meminta warga mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Di awal musim hujan, penyakit DBD biasanya mengalami peningkatan.
Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Garut, Asep Surahman, mengatakan, saat pancaroba identik dengan penyakit DBD. Apalagi saat puncak musim hujan yang diperkirakan dari November sampai Januari.
"Untuk saat ini, tidak ada kasus DBD. Soalnya kemarau tahun ini lebih panjang. Nanti saat masuk musim hujan, mulai terjadi peningkatan," ujar Asep di Kantor Dinkes Garut, Selasa (29/10/2019).
• Jatah CPNS Garut Disebut Capai 800 Orang Lebih, Kepala BKD Garut Belum Bisa Pastikan
• Atasi DBD di Tanah Air, SITH ITB bersama NCHU dan CDC Kembangkan Hasil Penelitian
Peningkatan kasus DBD, lanjutnya, karena berkembang biaknya nyamuk di musim hujan. Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan. Terutama membersihkan sumber jentik nyamuk.
"Jangan ada air menggenang dan lebih baik dibersihkan dari sekarang. Jadi saat hujan tidak jadi sarang nyamuk," katanya.
Asep menambahkan, kasus DBD biasanya terjadi di kawasan perkotaan yang padat penduduk. Pasalnya lingkungan pemukiman penduduk tidak dijaga kebersihannya.
"Upaya yang dilakukan itu lebih diutamakan ke pemberantasan sarang nyamuk. Kalau foging hanya membasmi nyamuk dewasa. Justry telur atau larvanya yang harus dibuang," ucapnya.
Mengantisipasi peningkatan penyakit DBD, Asep menyebut sebanyak 67 Puskesmas sudah siap 24 jam melakukan penanganan. Upaya yang paling ampuh, lanjutnya, dengan menjaga kebersihan lingkungan.
"Jika tak ingin terkena DBD, harus bisa menjaga lingkungan. Jangan ada sampah berserakan yang bisa jadi sumber nyamuk," katanya.
Selama musim kemarau, Asep menyebut jumlah warga yang terserang penyakit mengalami penurunan. Pihaknya pun terus rutin mengirimkan tim untuk memantau kesehatan di masyarakat. (firman wijaksana)