Tugu Nol Kilometer Kabupaten Indramayu, di Jatung Kota Bumi Wiralodra, 10 Meter dari Alun-alun

Kabupaten Indramayu rupanya juga memiliki titik awal menghitung jarak dari Indramayu ke daerah lainnya sejak zaman kolonia

Editor: Ichsan
tribunjabar/handika rahman
Tugu Nol Kilometer Kabupaten Indramayu, Minggu (27/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Kabupaten Indramayu rupanya juga memiliki titik awal menghitung jarak dari Indramayu ke daerah lainnya sejak zaman kolonial Belanda.

Sesuai fungsinya, titik awal itu bernama Tugu 0 Km (Nol Kilometer). Tugu ini persis berlokasi di jantung kota Bumi Wiralodra atau sekitar 10 meter saja dari Alun-alun Indramayu.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu, Dedy S Musashi mengatakan, Tugu Nol Kilometer sudah ada sejak zaman penjajahan dahulu sekitar tahun 1837.

Tugu Nol Kilometer juga berdekatan dengan bangunan bersejarah lainnya yang hingga saat ini masih dimanfaatkan masyarakat Indramayu dan sekitarnya, yakni Kreteg Gantung atau yang sekarang lebih dikenal dengan Jembatan Cimanuk.

BREAKING NEWS, di Astanaanyar Tak Ada Hujan tapi Dapat Kiriman Air Hitam Deras dari Bandung Utara

Dahulu monumen itu berbentuk besi bulat dengan diameter sekitar 20 centimeter.

Meski demikian, disampaikan Dedy S Musashi, pasca-kemerdekaan RI pada tahun 1947, Tugu Nol Kilometer mengalami renovasi.

Alasannya, karena saat itu tengah terjadi peperangan antara penjajah Belanda dengan para pejuang Indramayu.

"Dalam Buku Sejarah Indramayu yang diterbitkan pada tahun 1970-an mengungkapkan, penjajah Belanda ketika itu pada tahun 1947 berusaha membumi hanguskan beberapa wilayah Indramayu," ujar dia.

Wilayah-wilayah itu dibumi hanguskan oleh penjajah untuk merebut kembali kemerdekaan rakyat Indonesia.

Fachrudin Kini Baru Rasakan El Classico, Debut Perkuat Persija Jakarta Lawan Persib Bandung

Bahkan, pada tahun yang sama pelabuhan Indramayu yang sekarang merupakan kawasan Cimanuk Indramayu juga sudah dikuasai oleh penjajah.

Namun, upaya mereka berhasil digagalkan oleh para pejuang Indramayu yang disebut Pasukan Setan. Mereka melakukan perlawanan besar-besaran terhadap para penjajah.

Pasukan Setan ini dipimpin langsung oleh panglima perang berbendera, yakni M.A. Senton dan berhasil memukul mundur bala tentara Belanda.

Dalam perang itu juga menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit.

Beruntung hingga saat ini Tugu Nol Kilometer tidak lenyap ditelan perkembangan zaman, dan masih kokoh berdiri.

Pemkab KBB Harus Mengeluarkan Biaya Besar untuk Membuang Sampah ke TPA Legoknangka

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved