WAWANCARA Kakak Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Bangga Tapi Takutkan Hal Ini

luarga Teten Masduki di Garut mengaku tak kaget bahwa pada akhirnya Teten Masduki dipilih menjadi menteri.

Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Theofilus Richard
Kompas.com/WAHYU PUTRO A
Mantan Koordinator Staf Khusus Presiden, Teten Masduki tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Keluarga Teten Masduki di Garut mengaku tak kaget bahwa pada akhirnya Teten Masduki dipilih menjadi menteri.

Hanya, keluarga memiliki kekhawatiran kepada Teten Masduki karena harus mengelola anggaran yang besar.

Kekhawatiran itu diungkapkan Apit Masduki (59), kakak kandung Teten Masduki, kepada jurnalis Tribun Firman Wijaksana saat secara khusus mewawancarainya, Rabu (23/10/2019).

Berikut petikannya.

Teten Masduki Jadi Menteri di Kabinet Indonesia Maju, Tetangga di Limbangan Garut Cuek Gara-gara Ini

Apit Masduki, kakak kandung Teten Masduki.
Apit Masduki, kakak kandung Teten Masduki. (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

Bagaimana perasaan keluarga saat mengetahui Teten Masduki dipanggil ke Istana?

Senang tentu saja, tapi kebanyakan dingin sih tanggapannya. Soalnya, sudah biasa bolak-balik Istana. Memang ada kekhawatiran juga dari keluarga. Apalagi sekarang Teten Masduki pegang Kementerian Koperasi. Banyak tugas yang harus diselesaikan di sana.

Keluarga banyak yang kontak ke saya menanyakan soal posisi Teten Masduki. Ada yang merasa heran, ada juga yang khawatir karena jadi Menteri Koperasi. Namanya jadi menteri ada anggaran yang dipegang. Beda saat jadi staf yang hanya berhubungan dengan Presiden.

Ibu sudah tahu Teten Masduki jadi menteri?

Ibu (Hj. Ena Hindasah) kan sudah tua, sudah 84 tahun. Komunikasinya juga agak susah. Tapi sudah dikasih tahu Teten Masduki jadi menteri. Keluarga di Limbangan dan Garut juga sudah tahu semua.

Anak ke berapa Teten Masduki di keluarga?

Totalnya itu ada delapan orang. Saya (Apit) anak keempat dan Teten Masduki di bawah saya anak kelima. Umurnya cuma beda dua tahun dengan saya. Dia memang gigih dari dulu dan pintar orangnya.

Di mata keluarga, seperti apa sosok Teten Masduki?

Dia orangnya tegas dan lantang dalam persoalan korupsi. Di keluarga agak pendiam dan irit bicara. Tapi kalau sudah bercanda, tertawa semua, humoris juga orangnya. Sejak dulu dia juga kritis. Sejak kecil memang pintar. Kami juga tumbuh di lingkungan pesantren Limbangan. Jiwa kepemimpinannya sudah terasah sejak muda.

Kapan mendapat kabar pasti bahwa Teten Masduki terpilih sebagai Menteri Koperasi dan UKM?

Malam tadi (Selasa malam) Teten Masduki kasih undangan ke keluarga. Kan ada undangan untuk pendamping dan undangan keluarga. Di undangan dijelaskan bahwa Teten Masduki jadi Menteri Koperasi.

Profil Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Kelahiran Garut, Pernah Jadi Pendekar Antikorupsi ICW

Apakah Teten Masduki cerita situasi saat pemilihan menteri oleh Presiden?

Soal itu dia enggak cerita. Tapi yang pasti dia ngasih tahu diminta untuk membantu kembali Presiden.

Dia juga enggak menyangka dipilih jadi menteri. Dikiranya tetap jadi staf khusus.

Jadi Menteri Koperasi memang tak bertolak belakang dengan Teten Masduki?

Namanya prajurit siap selama dibutuhkan negara. Sudah terbiasa juga kerja di kabinet. Bukan hal baru juga.

Memang Teten Masduki itu latarnya dari pendidikan dan aktivis. Tapi dikasih tugas apa saja, pasti bakal siap.

Latar belakang pendidikan Teten Masduki dari mana?

SD dan SMP-nya itu dia di Limbangan. Terus melanjutkan ke SMA Cicalengka. Setelah itu kuliah di IKIP (UPI Bandung) jurusan Kimia.

Di kampus dia mulai aktif di sejumlah organisasi dan ikut di senat. Di IKIP juga jadi 10 lulusan terbaik.

Apa benar Teten Masduki pernah jadi guru?

Iya, dia dulu guru kimia di SMK Kimia di Tangerang. Dulu IKIP itu masih ikatan dinas. Setelah lulus harus mengabdi jadi guru dan statusnya PNS. Sekitar tujuh tahun jadi guru dan sempat jadi wakasek (wakil kepala sekolah).

Saat jadi guru, dia mulai aktif di LBH (Lembaga Bantuan Hukum). Passion-nya memang suka membantu orang. Dia lalu memutuskan berhenti jadi guru biar fokus di LBH.

Keluarga sempat marah karena Teten Masduki keluar. Apalagi dari statusnya sebagai PNS. Lebih enjoy jadi aktivis. Soalnya terlatih di kampus.

Apa yang diingat saat Teten Masduki masih lantang jadi aktivis?

Banyak hal yang saya ingat. Terutama saat Orde Baru Teten Masduki cukup lantang kepada pemerintahan Soeharto. Bahkan sempat "menyerang" Soeharto karena kebijakannya yang dinilai merugikan masyarakat.

Di ICW, Teten Masduki juga sangat keras menentang korupsi. Ia lalu berinisiasi untuk membentuk lembaga antirasuah di sejumlah daerah. Seperti GGW di Garut yang berafiliasi ke ICW.

Apa harapan dari Anda dan keluarga kepada Teten Masduki setelah dilantik jadi menteri?

Saya harap Teten Masduki bisa mengemban amanah. Bekerja keras untuk memperbaiki koperasi yang bisa dibilang mati suri.

Teten Masduki juga diharap bisa membangkitkan koperasi di Garut yang jadi kampung halamannya. Dulu dia, kan, bisa bawa Jokowi ke Garut.

Sekarang juga semoga bisa mengajak Jokowi lagi datang ke Garut. Program-program koperasi juga bisa menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Teten Masduki, Orang Garut Alumnus Teknik Kimia UPI, Menteri Koperasi UMKM, Begini Kata Rekannya

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved