Rumah di Atas Tebing di KBB Mendapat Perhatian Khusus BPBD Saat Musim Hujan

Rumah yang dibangun di atas tebing ataupun yang dekat dengan tebing di Kabupaten Bandung Barat mendapat perhatian khusus dari BPBD saat musim hujan

Rumah di Atas Tebing di KBB Mendapat Perhatian Khusus BPBD Saat Musim Hujan
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Petugas BPBD KBB saat memasang spanduk rawan longsor. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Rumah yang dibangun di atas tebing ataupun yang dekat dengan tebing di Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan mendapat perhatian khusus dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat musim hujan nanti.

Hal tersebut karena rumah di atas tebing dan dekat tebing itu tanahnya dinilai rawan longsor serta pergerakan tanah, bahkan bisa menyebabkan rumah tersebut ambruk karena terbawa atau tertimbun tanah longsor.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan, BPBD KBB, Agus Rudianto, rumah tersebut sudah seharusnya diperhatikan karena setelah musim kemarau panjang, tanah tebing biasanya retak, lalu saat musim hujan diguyur hujan deras, sehingga menyebabkan tanahnya mudah longsor.

"Selain longsor mudah juga terjadi pergerakan tanah, ketika tanah tebing sudah retak-retak lalu diguyur hujan deras. Makanya rumah di atas tebing harus diperhatian dan longsornya diantisipasi," ujarnya saat dihubungi, Minggu (20/10/2019).

Semua Wilayah di KBB Dinilai Rawan Longsor Saat Musim Hujan, BPBD Akan Siapkan Posko Bencana

DLH Pastikan Galian C di KBB Tak Akan Menyebabkan Longsor Batu Seperti di Purwakarta

Untuk itu dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melakukan sosialisasi ke masyarakat dan mengadakan rapat koordinasi dengan unsur kewilayahan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk membahas antisipasi bencana tersebut.

"Kami akan sampaikan ke unsur kewilayahan, terus nantinya disampaikan ke aparat desa hingga ke masyarakat, khsususnya untuk rumah warga yang diatas tebing itu," katanya.

Sementara terkait antisipasi jika terjadi pergerakan tanah diatas tebing itu, pihaknya akan langsung melakukan kajian dengan melibatkan unsur terkait yang sangat kompeten dibidangnya.

"Bisanya kami meminta rekomendasi dan pengecekan pergerakan tanah itu dari geologi. Intinya bakal ada kajian yang akan dilakukan untuk antisipasinya," kata Agus.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Bandung, Tony Agus Wijaya, mengatakan, musim hujan akan terjadi pada awal November 2019 dan saat ini masih masuk pada peralihan musim.

"Iya betul, musim hujan akan terjadi awal November. Saat peralihan musim perlu diwaspadai pontensi terjadinya hujan lebat disertai angin kencang dan petir serta angin kencang," ujar katanya.

Kata Polisi Soal Irwansyah yang Dilaporkan Medina Zein Terkait Dugaan Kasus Penggelapan

Persib Bandung Tak Pulang Kandang, Lebih Lama di Bali lalu Langsung ke Jakarta Hadapi Bhayangkara FC

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved