Pemilih Lahan Yakin Ada Emas, Alit Pun Masuk ke Perut Bumi di Arjasari dan Terus Gali Hingga Dalam

Warga Kampung Sompok, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, dikejutkan dengan aktivitas

Pemilih Lahan Yakin Ada Emas, Alit Pun Masuk ke Perut Bumi di Arjasari dan Terus Gali Hingga Dalam
tribunjabar/mega nugraha
Alit masuk ke perut bumi di Arjasari Kabupaten Bandung untuk mencari emas 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Kampung Sompok, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, dikejutkan dengan aktivitas penambangan emas di bawah bukit kecil di kampung itu.

Kekagetan warga itu terbukti dengan adanya‎ lubang galian vertikal di belakang lahan warga milik  Odin. Pantauan Tribun, material bekas galian tampak sudah menggunung di area sekitar lubang.

Selang listrik tampak menjulur ke dalam lubang. Belakangan diketahui, di dalam lubang, ada seorang pria bernama Alit (60) dan anak muda berusia sekitar 25 tahun. Keduanya keluar dengan membawa material batu hitam di dalam karung.

"Ini sudah saya gali sejak dua hingga tiga bulan lalu. Saya hanya pekerja, diminta Pak Odin untuk menggali, siapa tahu ada kandungan emas," ujar Alit di lokasi tersebut, belum lama ini.

Tribun bersama sejumlah warga dan Ketua RT setempat, Didin (40), memasuki lubang selebar dan tinggi 1 meter itu hingga ke kedalaman sekitar 20 meter.

Ada Warga Bakar Sampah, Apinya Membesar dan Merembet, Rumah Jamur Pun Hangus Jadi Abu

Alit masuk ke perut bumi di Arjasari untuk mencari emas
Alit masuk ke perut bumi di Arjasari untuk mencari emas (tribunjabar/mega nugraha)

Satu penerangan lampu dipasang di at‎ap di dalam lubang. Udara terasa pengap. Di dalamnya, Alit menggali lagi lubang secara vertikal hingga kedalaman sekitar 10 meter. Dari lubang horizontal itu, Alit dan anaknya, membuat lubang vertikal lagi sepanjang 3 meter.

"Dari lubang vertikal, saya bikin lubang lagi secara horisonal, tapi baru 2 meter," ujar Alit. Di kedalaman lubang itu, ia mengambil sejumlah batuan dan dimasukan ke dalam karung.

Pantauan Tribun, material yang dikeluarkan dari perut bumi berupa batuan berwarna hitam, tajam, mudah lapuk. Sekilas, bentuknya mirip batu obsidian yang kerap ditemukan di Desa Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.

"Batuan itu kami olah digulundu pakai mesin. Hasilnya selama beberapa bulan ini, belum menemukan kandungan emas," ujar Alit yang juga pengalaman menambang emas di Bunikasih, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Sudah Muncul Teknologi 5G, Di Negara Ini Handphone Berteknologi 2G Masih Lebih Populer

Untuk memproses batuan dan mencari kandungan biji emas, Alit mengakui menggunakan merkuri, sebagaimana lazimnya proses pemurnian emas.

"Tapi merkurinya tidak kami buang ke tanah karena enggak boleh. Merkurinya dipakai lagi," ujar Alit. Dia berdalih tetap menambang karena diperintah oleh pemilik lahan, bernama Odin.

"Pak Odin masih terus meminta untuk tetap mencari kandungan emasnya. Masih penasaran. saya hanya dipekerjakan, sehari Rp 70 ribu," ujar Alit.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved