Breaking News:

Hanum Rais, Jerinx SID, hingga Jonru Ginting Dilaporkan ke Polisi Gegara Unggahan Penusukan Wiranto

Hanum Rais, musisi Jerinx SID, dan Jonru Ginting dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas unggahan di media sosial terkait peristiwa penusukan Wiranto

Kolase Tribun Jabar
Putri Amien Rais, Hanum Rais, musisi Jerinx SID, dan Jonru Ginting dilaporkan ke Polda Metro Jaya. (Sumber Foto: Instagram/Tribunnews.com) 

"Mbak Hanum tidak hanya kali ini memberikan pandangan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, yang akhirnya memberikan pandangan masyarakat bahwa

saat kejadian ini hanya rekayasa," kata dia.

Meskipun kicauan Hanum Rais tidak menyebutkan tentang penusukan Wiranto di Pandeglang, tapi menurut Rody itu sudah jelas mengarah ke peristiwa itu karena ada kata

'berita hits'.

Pelapor membawa bukti berupa tangkapan layar kicauan Hanum serta artikel pemberitaan di sebuah media.

Menurut kuasa hukum, Feri Afrizal, menyebutkan bahwa Hanum Rais melanggar Pasal 28 Ayat 2 dan Pasal 45 Huruf a Ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan

atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

Cuitan Hanum dalam seketika tersebar di platfrom dan menjadi viral di media sosial.

Tak hanya warganet saja yang geram dengan cuitan Hanum, musisi Addie MS ikut menanggapi cuitannya.

Meski tak menyebut nama secara langsung, Addie MS mengibaratkan bagaimana jika penusukan itu terjadi kepada keluarga penulis 'settingan'?

"Di tengah keprihatinan atas penusukan yg dialami seorg Menteri, muncul komentar seseorg: "Settingan". "Caper". "Play victim".

Aku membayangkan kl yg ditusuk itu ayah atau suami org itu. Bgmn perasaannya saat dikomentari spt itu? "Settingan". "Caper." "Play victim..."

Merinding." tulis Addie MS melalui akun @addiems.

Lalu bagaimana cuitan lengkap Hanum Rais di Twitter perihal musibah yang dialami Wiranto?

Tangkap layar kicauan dari akun Twitter Hanum Rais, terkait peristiwa penusukan Wiranto di Pandeglang.
Tangkap layar kicauan dari akun Twitter Hanum Rais, terkait peristiwa penusukan Wiranto di Pandeglang. (@hanumrais)

Hilangnya Tweet Viral Hanum Rais Terkait Penusukan Wiranto, Mengaku 'Kehapus'

Media sosial dihebohkan dengan perbincangan tentang cuitan akun Twitter Hanum Salsabiela Rais terkait peristiwa penusukan Wiranto di Pandeglang Banten, Kamis (10/10/2019).

Cuwitan Hanum Rais melalui akun Twitternya, @hanumrais, mendapat sorotan dan komentar pedas dari warganet.

Bahkan, tangkap layar cuitan tersebut juga sudah tersebar di berbagai platform media sosial.

"Setingan agar dana deradikalisasi terus mengucur. Dia caper. Krn tdk bakal dipakai lg. Play victim.mudah dibaca sebagai plot," tulis Hanum melalui akunnya.

Namun, cuitan tersebut beberapa saat kemudian telah menghilang dari timeline akun @hanumrais.

Kemudian pada pukul 16.11 WIB, akun ini kembali memunculkan timeline sambil menampilkan screenshoot kicauannya, alasannya karena terhapus.

Melalui cuwitan berikutnya, Hanum mengaku cuitannya itu terhapus secara tak sengaja.

"Kehapus. Saya hanya menyampaikan betapa masy. skrg susah memahami mana yang harus dipercayai.

Dan itu sangat mengkhawatirkan," cuit akun @hanumrais.

Cuitan tersebut langsung disambar para warganet.

"Bukan, anda jelas sedang menuduh pak @wiranto1947 playing victim, bahwa insiden penusukan adalah settingan. Bahwa anda mengatakan publik bingung harus percaya

yang mana, itu adalah penjelasan untuk "tak banyak yang menanggapi serius".

Cara anda menetralisir is a big failure," tulis akun @Uki23.

"“Kehapus” itu artinya tak sengaja dihapus. Kok bisa ya, cuitan kehapus. Hpnya kesenggol2 gitu ya?? Kebohongan yg satu digunakan untuk menutupi kebohongan yg lain," tulis

akun @narkosun.

Kemudian, Hanum Rais kembali membuat cuitan. Menurutnya, ia mengungkapkan keprihatinan atas peristiwa yang ada.

"Mlihat komen online, Anda bisa mengecek juga,sy justru mengungkapkan keprihatinan mendalam karna masy.

seapatis itu dan setidakpeduli itu. Ditambah dgn media yg trs memberi info salah/gegabah.

Jelas kita menyesalkan yg tjd. And we’re in the same boat: fighting against violence!" tulisnya.

"Thread sy ttg keprihatinan sy memang sy mulai dgn tweet tsb.

Baru saya mau lanjutkan, tp terdel. Preseden hukum dan penegakannya yang timpang, contoh berita ambulans dll, hoax dan segala gejalanya membuat keruh cara berpikir

netizen lewat komen2ny.

Dan itu sangat disesalkan," tulis Hanum di bagian akhir.(*)

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved