Dinas PUPR KBB Sebut Pembangunan Kirmir yang Dinilai Buruk karena Disesuaikan dengan Kontur Tanah

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menilai proyek pembangunan kirmir

Dinas PUPR KBB Sebut Pembangunan Kirmir yang Dinilai Buruk karena Disesuaikan dengan Kontur Tanah
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Aa Umbara saat meninjau pembangunan kirmir di Pemkab Bandung Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menilai proyek pembangunan kirmir di Kompleks Pemkab Bandung Barat pekerjaannya disesuaikan dengan kontur tanah.

Sebelumnya, pembangunan kirmir dipelataran Masjid Agung Ash-Shidiq yang dilakukan kontraktor pemenang tender proyek insfrastruktur tahun 2019 itu dinilai bupati kualitas pekerjaannya sangat buruk.

Kabid Tata Bangunan Gedung Permukiman dan Jasa Kontruksi, pada Dinas PUPR KBB, Yoga Rukma Gandara mengatakan, karena disesuaikan dengan kontur tanah, sehingga ada bagian kirmir yang tidak lurus atau tidak simetris.

"Untuk kirmir dikerjakan baru dua minggu, sementara penataan masjid sudah berjalan sebulan dan targetnya bisa selesai Desember," ujarnya di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Rabu (9/10/2019).

Kesaksian Korban Selamat Longsor Cianjur, Sempat Lihat Cahaya Hijau, Terdengar Suara Mengerikan Ini

Kirmir itu, kata Yoga, memiliki panjang sekitar 40 meter dan merupakan pekerjaan tambahan dengan pembangunan tempat parkir masjid Ash-Shidiq.

"Secara keseluruhan anggaran pembangunannya mencapai Rp 3,7 miliar karena dengan penataan masjid, pembangunan tower, pengecatan, perbaikan kubah. Pelaksananya PT Rafi Pratama," katanya.

Sementara Bupati Bandung Barat, Aa Umbara, mengultimatum para pemenang tender atau proyek pekerjaan di KBB untuk mengerjakan proyek sesuai dengan spesifikasi, agar pembangunan seperti kirmir yang dinilai buruk itu tidak terulang.

Napi Kasus Pembunuhan di Lapas Makassar Ditemukan Tewas Gantung Diri, Kondisi Kejiwaan Tak Stabil

"Kalau dapat pekerjaan (proyek) kerjakan sendiri jangan disubkan atau di jual ke pihak lain," katanya.

Pihaknya juga mengaku sangat kecewa melihat pekerjaan kirmir yang buruk tersebut, bahkan Aa Umbara meminta agar pihak pelaksana proyek tersebut untuk kembali membongkarnya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved