Masa Pendidikan Pertama Bintara Lima Bulan, Kebanyakan di Luar Kelas, Harus Siap Mental dan Fisik

Pada pelaksanaannya, Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) tahun 2019 dibagi menjadi dua tahap, yaitu t

Masa Pendidikan Pertama Bintara Lima Bulan, Kebanyakan di Luar Kelas, Harus Siap Mental dan Fisik
Tribunjabar/Daniel Andreand Damanik
Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Dwi Jati Utomo saat melakukan pemeriksaan pasukan prajurit siswa Dikmaba tahun 2019, di Lapangan Patriot Secaba Rindam, Kabupaten Bandung, Senin (7/10/2019). 7/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pada pelaksanaannya, Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) tahun 2019 dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap pendidikan dasar keprajuritan dan tahap pendidikan dasar golongan Bintara.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Dwi Jati Utomo saat membacakan amanat dari Pangdam III/Siliwangi Letjen TNI Tri Soewandono di Lapangan Patriot Secaba Rindam, Kabupaten Bandung, Senin (7/10/2019).

"Pada tahap pendidikan dasar keprajuritan dimaksudkan untuk merubah sikap, perilaku, pola pikir, dan karakter kalian dari masyarakat sipil menjadi prajurit TNI AD. Sedangkan pada tahap pendidikan dasar golongan Bintara, prajurit siswa akan dididik, dilatih dan digembleng baik fisik maupun mental serta dibelaki ilmu pengetahuan," katanya.

Selain itu, saat pendidikan juga akan dibekali keterampilan dasar olah keprajuritan, sehingga mampu menjadi Bintara TNI Angkatan Darat yang terlatih dan profesional.

Kebakaran di Gunung Malabar Merembet ke Gunung Puntang, Pemadaman Sulit karena Posisi Api di Tebing

Melalui Kasdam, Pangdam III/Siliwangi yakin bahwa saat awal mendaftar, prajurit siswa sudah mempersiapkan diri secara sebaik mungkin. Katanya, bahwa kunci utama dalam menyelesaikan pendidikan tersebut ialah memiliki mental dan fisik yang tangguh dan kuat.

"Kesiapan mental sangat dibutuhkan, mengingat adanya perbedaan kebiasaan dan perilaku sehari-hari yang kalian alami di lingkungan masyarakat dengan lingkungan Secaba Rindam, selain itu kesiapan fisik yang prima dan bugar merupakan salah satu faktor penting mengingat proses pendidikan pembentukan menjadi prajurit TNI AD, sebagian besar dilaksanakam di luar kelas," katanya.

Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Dwi Jati Utomo memaparkan bahwa pendidikan akan berlangsung selama lima bulan.

Ada 136 prajurit siswa yang akan mengikuti pendidikan. 94 dari sumber talenta, 30 dari Secaba reguler, dan 10 dari eks Catar Akmil, dan dua berasal dari pedalaman Baduy.

Rangkuman OTT Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, Penangkapan hingga Rumah Disegel

Kepada Danrindam III/Siliwangi, para Pembina, Pelatih, dan unsur pendukung lainnya, Pangdam menyerahkan para Dikmaba TNI AD 2019 untuk dididik, dilatih, dan ditempa menjadi prajurit yang tanggap, tanggon, dan trengginas, serta memiliki jiwa kesatria sebagai prajurit Sapta Marga.

"Hindari terjadinya kecelakaan latihan, kerugian personel serta serta materiil dalam pelaksanaan pendidikan dengan tidak mengurangi sedikitpun esensi dari kegiatan pendidikan ini. Laksanakan tindakan pengamanan secara optimal, serta lakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk kelancaran dan keberhasilan penyelenggaraan Dikmaba TNI AD," kata Pangdam III/Siliwangi.

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved