Hutan di Kaki Gunung Tangkubanparahu Terbakar, Sudah Dua Hari, Baru Padam Minggu Siang

Kebakaran melanda kawasan hutan sekitar lereng atau kaki Gunung Tangkubanparahu, Kabupaten Bandung Barat

Hutan di Kaki Gunung Tangkubanparahu Terbakar, Sudah Dua Hari, Baru Padam Minggu Siang
istimewa
Petugas saat melakukan penyisiran di lokasi kebakaran hutan, Minggu (6/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Kebakaran melanda kawasan hutan sekitar lereng atau kaki Gunung Tangkubanparahu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tepatnya di dalam wilayah area hutan lindung pengelolaan Perhutani KPH Bandung Utara.

Kebakaran tersebut terjadi pada Sabtu (5/10/2019) sekitar pukul 12.45 WIB. Namun hingga Minggu (6/10/2019 siang, percikan api di kawasan hutan tersebut tak kunjung padam.

Puluhan orang yang terdiri dari polisi hutan (polhut) dan polisi teritorial (polter) dibantu lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) serta relawan masyarakat peduli api masih melakukan penyisiran di lokasi kejadian.

Administratur (Adm) Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin, mengatakan, untuk memadamkan api petugas harus berjibaku hingga pukul 23.00, kemudian pada pagi hari petugas kembali ke lokasi.

Serunya Lomba Memasak di Festival Kuliner Indomaret

"Itu untuk melakukan penyisiran dan pendinginan karena dikhawatirkan masih ada bara api yang menyala di lokasi kejadian," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (6/10/2019).

Komarudin menjelaskan, lokasi yang terbakar posisinya berada di tengah pegunungan dan tidak jauh dari puncak Kawah Ratu Tangkubanparahu yang hingga saat ini masih mengalami erupsi.

Akibat lokasi yang berada di tengah pegunungan, dia menyebutkan, petugas sempat kesulitan menjangkau lokasi karena medan yang terjal ditambah hembusan angin yang cukup kencang.

"Api sudah pada pada tadi siang, tetapi di atas masih ada petugas yang standby untuk berjaga-jaga untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang menyala," ucapnya.

Ramalan Soeharto, Nasib Indonesia Abad 21 Diungkap saat Menjabat Presiden, Begini Kata Pengamat

Ia mengatakan, obyek yang terbakar kebanyakan tumbuhan dan batang pohon yang sudah mati dan kering akibat musim kemarau dan teriknya matahari yang diduga menjadi penyebab kebakaran tersebut.

"Tapi untuk pohon-pohon besar masih aman atau tidak ikut terbakar. Untuk luas hutan yang terbakar belum diketahui, masih penghitungan petugas yang masih berada di lokasi. Kemungkina sekitar 1 hektaran," katanya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved