Oknum Dosen IPB Pasok Bom Molotov dan Rekrut Perusuh, Begini Komentar Rektor IPB

Menurut Dedi Prasetyo, S merekrut empat orang yang berperan sebagai pembuat bom molotov dan pelaku di lapangan.

Oknum Dosen IPB Pasok Bom Molotov dan Rekrut Perusuh, Begini Komentar Rektor IPB
Kolase Tribun Jabar (Shutterstock via Kompas.com)
Ilustrasi- profil Abdul Basith dosen IPB yang ditangkap terkait bom molotov 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Polisi telah menetapkan dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) berinisial AB dan sejumlah orang lainnya sebagai tersangka yang akan berbuat kerusuhan saat Aksi Mujahid 212.

Kerusuhan tak sempat terjadi karena mereka terburu ditangkap. Ada 10 orang yang dijadikan tersangka oleh polisi.

"Ya, semua sudah tersangka," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Selasa (1/10/2019).

Dedi mengatakan, AB berperan merekrut dua orang bawahannya. "AB ini merekrut dua orang, S dan OS," kata Dedi Prasetyo.

Kemudian, S dan OS juga bertugas merekrut para operator di lapangan untuk menjalankan rencana tersebut.

Menurut Dedi Prasetyo, S merekrut empat orang yang berperan sebagai pembuat bom molotov dan pelaku di lapangan.

"Empat orang itu adalah JAF, AL, NAD, dan SAM. Mereka memiliki kualifikasi membuat bom sekaligus merangkap sebagai eksekutor," ujar Dedi Prasetyo.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (Vincentius Jyestha/Tribunnews.com)

Inilah Abdul Basith Dosen IPB, Doktor Berprestasi yang Dibekuk Soal Perakitan Bom Molotov Buat Demo

Dosen di Bogor Turut Ditangkap Diduga Inisiasi Pembuatan Bom Molotov untuk Aksi 212

Kemudian, OS juga merekrut tiga orang, yaitu YF, ALI, dan FEB. Menurut keterangan polisi, OS menerima dana untuk menjalan rencana tersebut. Berikutnya, FEB menerima dana tersebut untuk membeli logistik.

"FEB menerima perintah, dapat uang untuk operasional di lapangan, sekaligus membeli bahan-bahan yang digunakan untuk bisa merakit bom molotov, yang akan digunakan oleh kelompok mereka untuk melakukan aksi kerusuhan," ujar Dedi Prasetyo.

Dedi mengatakan, AB dijerat dengan sejumlah pasal, salah satunya Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas tindak pidana membuat, menguasai, membawa, menyimpan, mengangkut, menyerahkan dan atau berusaha menyerahkan bahan peledak.

Halaman
12
Penulis: Arief Permadi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved