Oknum Dosen IPB Pasok Bom Molotov dan Rekrut Perusuh, Begini Komentar Rektor IPB

Menurut Dedi Prasetyo, S merekrut empat orang yang berperan sebagai pembuat bom molotov dan pelaku di lapangan.

Oknum Dosen IPB Pasok Bom Molotov dan Rekrut Perusuh, Begini Komentar Rektor IPB
Kolase Tribun Jabar (Shutterstock via Kompas.com)
Ilustrasi- profil Abdul Basith dosen IPB yang ditangkap terkait bom molotov 

"KUHP 169, ada beberapa pasal yang diterapkan di sini sesuai dengan perbuatan masing-masing. Di sini cukup banyak, baik pasal KUHP maupun pasal-pasal terkait menyangkut masalah Undang-Undang Darurat kepemilikan terhadap bahan peledak," kata dia.

Ia menerangkan bahwa AB juga berperan sebagai pemasok bom dalam Aksi Mujahid 212, Sabtu (29/9/2019).

Mantan wakapolda Kalimantan Tengah itu tidak menjelaskan status dan peran sejumlah orang lain, termasuk SS alias Laksda (Purn) Sony Santoso.

Polisi disebut akan menyerahkan sepenuhnya penanganan SS kepada Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal).

Soal Kerusuhan di Wamena, Peneliti LIPI Sebut Pemerintah Hanya Fokus pada 2 Masalah

PNS Tersangka Kerusuhan Asrama Papua di Surabaya Ajukan Praperadilan

Dedi juga mengatakan pihaknya masih terus mendalami kasus ini. "Nanti nunggu hasil pemeriksaan dulu dari Polda Metro Jaya. Ini baru bersifat umum saja. Saya hanya membacakan anatomy of crime kelompok mereka," ujar Dedi.

IPB menghormati proses hukum yang berlaku seiring dosennya Abdul Basith ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian.

"IPB menghormati proses hukum yang berlaku dan akan menunggu kepastian hukum bagi Saudara Abdul Basith," ujar Rektor IPB Arif Satria.

Ia berharap, proses hukum tersebut berjalan transparan, akuntabel, dan adil. "IPB telah memiliki aturan yang jelas tentang norma dan etika dosen, serta ketentuan bagi yang melanggarnya," ucapnya.

Menurut dia, IPB berkomitmen untuk menjaga keutuhan bangsa dan menentang segala aksi kekerasan yang merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa dengan tujuan serta alasan apa pun.

"Dalam kondisi apa pun juga, IPB juga akan terus berkomitmen untuk senantiasa menjaga ruh dan amanat sebagai lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang mengedepankan kultur academic excellence untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa," kata Arif Satria. (tribun network/dit/sen/wly)

Penulis: Arief Permadi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved