Di Mata Warga, Masa Kecil Terduga Teroris AR Dikenal Patuh dan Hanya di Kebun Membantu Orangtua

Terduga teroris AR (21) asal Cianjur, dikenal warga sebagai anak yang patuh dan memilih menghabiskan waktu membantu

Di Mata Warga, Masa Kecil Terduga Teroris AR Dikenal Patuh dan Hanya di Kebun Membantu Orangtua
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Rumah panggung keluarga Rosid di Cianjur yang anaknya diamankan Densus 88 karena menjadi terduga teroris di Bekasi, Selasa (24/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Terduga teroris AR (21) asal Cianjur, dikenal warga sebagai anak yang patuh dan memilih menghabiskan waktu membantu sang ayah di kebun semasa kecilnya.

Kabar AR yang terlibat teroris sangat mengagetkan warga. Banyak yang tak menyangka sosok pendiam, patuh, dan sering menghabiskan waktu membantu orangtua ini terlibat teroris.

Kepala Desa Cisujen, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, Dadan mengatakan AR dikenal sebagai pemuda yang baik, ia jarang bergaul dengan pemuda seusianya.

"Setahu saya Asep Roni tak pernah terlihat gaul apalagi nongkrong bersama pemuda lainya," katanya.

Menurut Dadan, sejak kecil AR tergolong sebagai anak yang patuh pada kedua orang tuanya, ia lebih memilih memanfaatkan waktu senggangya untuk membantu orangtuanya di kebun.

Fahri Hamzah Berkoar Ditolak Ceramah di Kampus: Kelakuan Penjilat Rezim Ini Bikin Sakit Perut

"Sering saya lihat kalau libur sekolah ia di kebun bersama orangtuanya," ujar Dadan.

Dadan mengatakan, setelah lulus dari SMP PGRI Takokak, AR pergi merantau ke Bandung.

"Memang rata-rata anak-anak di sini setelah lulus sekokah pergi kerja keluar kota, mungkin yang namanya orang kampung jika bekerja di kota itu selain dapat membantu orang tua juga ada kebanggaan," katanya.

Menurut Dadan, sekitar satu bulan yang lalu AR pernah datang untuk mengurus NA, namun pada NA tidak dicantumkan alamat jelas calon istrinya.

"Ia datang bersama calon istrinya, tapi saya belum sempat menanyakan alamat jelas calon istrinya," ujar Dadan.

Dadan mengatakan, sejak AR menikah, dirinya belum pernah ketemu lagi dengan AR, dan ia mengaku merasa terkejut setelah mendengar kabar bahwa AR beserta istrinya ditangkap Densus 88.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo Meringis Kena Gas Air Mata

"Mendengar kabar itu saya merasa percaya dan tak percaya," katanya.

Menurut Dadan, keadaan orang tua AR memang tergolong sebagai masyarakat yang keadaan ekonominya lemah, sehingga untuk membesuk Asep Roni ke Jakarta ia tidak mempunyai biaya transportasi.

"Kemarin saya ketemu dengan Rosid (orang tua Asep Roni) ia mengeluh katanya ingin ke Jakarta membesuk anaknya tapi tak punya ongkos," ujar Dadan

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved