Rabu, 8 April 2026

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo Meringis Kena Gas Air Mata

Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, gagal mendekati kerumunan mahasiswa karena terkena gas air mata.

Penulis: Arief Permadi | Editor: Tarsisius Sutomonaio
KOMPAS.com/ Haryanti Puspa Sari
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Selasa (24/9/2019), hendak menemui mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta. 

TRIBUNJABAR.ID- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo gagal menemui mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, gagal mendekati kerumunan mahasiswa karena terkena gas air mata.

Bamsoet keluar dari gedung parlemen didampingi Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar.

Sebelum berjalan ke arah kerumunan mahasiswa, politikus Partai Golkar itu sempat berkomunikasi dengan polisi untuk memastikan kondisi di depan DPR RI

Ketika Bambang Soesatyo dan rombongan berjalan mendekati pagar DPR RI, situasi makin panas.

Ini membuat polisi melepaskan tembakan gas air mata. Tak pelak, Bamsoet dan rombongan yang sudah berada di sana pun terkena gas yang sangat pedih itu.

Kreativitas Mahasiswa di Tengah Demo depan DPR RI, Poster Demo Nyeleneh dan Tren #HidupMahasiswa

Ada Provokator di Tengah Pendemo di Depan Gedung DPRD Jabar, Wawancara dengan Presiden BEM Tel-U

Bamsoet, termasuk petugas pengamanan dalam, dan sejumlah wartawan pun segera kembali, lari menuju ruang Nusantara V di Gedung Dewan.

Beberapa personel kepolisian dari Pam Obvit mengawalnya. Berulang kali Bamsoet terbatuk-batuk dan mengusap kedua matanya sambil meringis.

Sebelum peristiwa itu, Bambang Soesatyo sempat jumpa pers bersama Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Indra Iskandar.

Bamsoet mengatakan DPR RI memutuskan untuk menunda pengesahan revisi Undang-Undang KUHP dan RUU Pemasyarakatan. Hal tersebut dilakukan sebagai respons terhadap situasi politik terkini.

"RKUP dan RUU Pemasyarakatan sudah kami tunda sesuai usulan pemerintah karena kami menyadari tidak mungkin satu pihak bisa melaksanakan penuntasan UU, harus bersama-sama," kata Bamsoet.

Aspirasi para mahasiswa juga berpengaruh terhadap penundaan tersebut.

Unjuk Rasa di Bandung, Belasan Pendemo Terkapar, Gerbang DPRD Jabar Roboh

Mahasiswa Ini Terluka Parah hingga Berdarah Saat Aksi Demostrasi, Videonya Tersebar di Medsos

"Penundaan itu harus sejalan dengan tata cara dan prosedur di parlemen. Alhamdulillah semua fraksi dalam forum lobi memahami tuntutan mahasiswa dan keinginan presiden, maka kami teruskan," katanya.

Setelah terkena gas air mata, Bamsoet sempat menerima Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan beberapa asosiasi profesi jurnalis.

Pertemuan tersebut berlangsung di pos pengamanan di dekat pintu gerbang utama DPR RI.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved