Orang Tua Terduga Teroris Asal Cianjur Ceritakan Perubahan Anaknya Sebelum Ditangkap Densus 88

Rosid (45), ayah dari terduga teroris AR (21), mulai merasakan perbedaan sikap anaknya sejak pamit pergi merantau.

Orang Tua Terduga Teroris Asal Cianjur Ceritakan Perubahan Anaknya Sebelum Ditangkap Densus 88
Tribun Jabar/Ferri AM
Rosid (45), ayah dari terduga teroris AR (21) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Rosid (45), ayah dari terduga teroris AR (21), mulai merasakan perbedaan sikap anaknya sejak pamit pergi merantau.

Sikap AR yang pendiam sudah lama diketahui sang ayah tersebut ditambah dengan sikap jarang pulang ke rumahnya di Kampung Sirnasari RT 06/06, Desa Cisujen, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur.

Sikap jarang pulang itu juga sampai dengan hari raya Idulfitri. Biasanya anaknya tersebut tak pernah absen untuk berkumpul bersama keluarga di hari lebaran.

"Sejak merantau, perbedaan yang saya rasakan mungkin jarang pulang, bahkan sampai hari raya pun ia tak pulang, biasanya momen tersebut menjadi ajang berkumpul kami bersama keluarga," kata Rosid.

Baru Menikah, Pasutri Muda Ditangkap Densus 88 Antiteror Karena Punya Bom, Orang Tua Menangis

Rosid tak menaruh curiga dan hanya beranggapan anaknya tak pulang karena tak mempunyai ongkos untuk pulang, karena jarak dari Bandung ke rumah sangat jauh dan tentu memerlukan biaya ongkos yang besar apalagi di hari raya Idulfitri.

"Kalau saya bertanya materi apa yang ia ikuti di pengajian, ia selalu menjawab dari balik telepon mempelajari Alquran dan Assunah waljamaah," kata Rosid.

Rosid pun tak berpikir macam-macam. Sebagai sang ayah yang sudah lama ditinggal anaknya, Rosid hanya berpesan agar anaknya pulang jika tak ada pekerjaan di perantauan.

Rosid yang tak sering menelepon karena penghasilannya terbatas, sempat mendapat keterangan anaknya berpindah-pindah pekerjaan di Bandung.

Pasutri Muda Asal Cianjur Ditangkap Densus 88 Antiteror di Bekasi, Diduga Miliki Bahan Peledak

"Dari pelayan toko oleh-oleh di rest area, saya mendengar anak saya juga sempat bekerja di tempat pembuatan boneka di Rancamalang," ujar Rosid.

Hingga akhirnya beberapa bulan yang lalu, Rosid mendapat kabar anaknya pindah ke daerah Bekasi dan bekerja di tempat galon air kemasan isi ulang.

"Karena di rumah saya juga harus mengurus istri anak dan orangtua yang sudah lanjut, kadang saya hanya mendoakan anak saya sehat di tempat baru ia bekerja," kata Rosid.

Suka Mabar Mobile Legends, Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Semper

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved