Tekan Angka Kecelakaan di Jalur Kereta Api, PT KAI Daop 3 Cirebon Tutup 63 Perlintasan Tidak Resmi

PT KAI Daop 3 Cirebon telah menutup puluhan pelintasan tidak resmi sejak 2018 hingga Agustus 2019

Tekan Angka Kecelakaan di Jalur Kereta Api, PT KAI Daop 3 Cirebon Tutup 63 Perlintasan Tidak Resmi
Mumu Mujahidin
Suasana paska kejadian kecelakaan di pintu perlintasan kereta api di Kampung Sumurbor RT 07/04, Desa Cilame Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat, Senin sore (30/11) sekitar pukul 15.30 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - PT KAI Daop 3 Cirebon telah menutup puluhan pelintasan tidak resmi.

Penutupan perlintasan tidak resmi itu dilakukan sejak 2018 hingga Agustus 2019.

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif, mengatakan sedikitnya ada 63 perlintasan tidak resmi yang ditutup.

Seluruh perlintasan itu tersebar di sejumlah daerah di wilayah kerja PT KAI Daop 3 Cirebon.

"Ditutup untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api," ujar Luqman Arif saat ditemui di Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Sabtu (21/9/2019).

Hal tersebut, menurut dia, merupakan upaya tindak lanjut PT KAI karena tingginya angka kecelakaan di jalur kereta api.

Mobil Nyangkut di Rel Pintu Perlintasan Rancaekek, Lalu Dihantam Kereta Api Terseret 10 Meter

Seorang Wanita Tewas Tersambar Kereta Api di Cigugur Tengah Kota Cimahi, Hendak Nyebrang Rel

Ia mengatakan, penutupan perlintasan tidak resmi itu dilaksanakan sesuai amanat Pasal 94 Undang Undang No.23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Di dalam UU itu disebutkan untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup.

Selain itu, penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud harus dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

"Kami berinisiatif menutup perlintasan tidak resmi itu karena tingginya angka kecelakaan," kata Luqman Arif.

Ia mengakui pada prosesnya langkah yang dilakukan untuk keselamatan itu juga kerap mendapatkan penolakan dari masyarakat.

Dalam kondisi tersebut diperlukan langkah untuk mencari jalur alternatif bagi masyarakat yang harus disolusikan bersama oleh pemerintah pusat atau daerah.

Pihaknya mencatat di wilayah kerja PT KAI Daop 3 Cirebon terdapat 71 perlintasan sebidang dijaga, 92 perlintasan sebidang tidak dijaga, dan 11 perlintasan liar.

"Selain itu, ada 25 perlintasan tidak sebidang baik berupa flyover maupun underpass," ujar Luqman Arif.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved