Terus Ditagih Utang Rp 14.000, Pemuda di Garut Tega Bunuh Nenek Iyah, Mayatnya Dibakar di Gubuk

Sebelumnya, jasad Nenek Iyah ditemukan di sebuah gubuk yang terbakar. Nenek Iyah diduga jadi korban pembunuhan.

Terus Ditagih Utang Rp 14.000, Pemuda di Garut Tega Bunuh Nenek Iyah, Mayatnya Dibakar di Gubuk
Tribun Jabar/ Firman Wijaksana
ILUSTRASI- Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna dan Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- Pelaku pembunuh Nenek Iyah (60), warga Kampung Lebak Jero, Desa Jayabakti, Kecamatan Banjarwangi telah dibekuk Satreskrim Polres Garut.

Sebelumnya, jasad Nenek Iyah ditemukan di sebuah gubuk yang terbakar. Nenek Iyah diduga jadi korban pembunuhan.

Unit Resmob beserta Polsek Banjarwangi menangkap pelaku berinisial AA (20) di Kecamatan Cibiuk. AA melarikan diri ke Cibiuk usai membunuh Nenek Iyah pada Sabtu (14/9/2019) sekitar pukul 17.00.

"Kami dapat informasi jika pelaku lari ke Cibiuk. Kemarin malam pelaku berhasil kami amankan," ucap Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng, Senin (16/9/2019).

Pelaku membacok Nenek Iyah hingga tewas. Setelah tewas, korban dibawa ke sebuah gubuk lalu dibakar dengan diselimuti injuk. Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya.

150 Saksi Sudah Diperiksa, Kasus Dugaan Korupsi Dana Pokir di Garut, Penyidik Masih Mendalami

Sosok Menantu BJ Habibie dari Ilham Habibie, Insana Abdul Adjid Ini Bukan Orang Sembarang

"Pelaku dan korban masih tinggal di satu desa tapi berbeda kampung saja. Tidak punya hubungan keluarga," katanya.

Aksi sadis tersebut dilakukan AA lantaran sakit hati. Pasalnya korban terus mengatakan bahwa ibu pelaku memiliki utang sebesar Rp 14 ribu.

"Utang itu tidak dibayar-bayar oleh ibu pelaku. Korban terus bicara ke korban soal utang itu," ujarnya.

Kesal lantaran terus menagih hutang, pelaku akhirnya kesal dan membunuh korban. Saat ini pelaku telah berada di tahanan Mapolres Garut.

Polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah golok yang dipakai membacok korban. Sepasang sarung tangan kain warna putih, karung, sepatu bot, topi, dan ranting kayu bekas pembakaran.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved