150 Saksi Sudah Diperiksa, Kasus Dugaan Korupsi Dana Pokir di Garut, Penyidik Masih Mendalami

Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut belum memutuskan dugaan korupsi dana pokok pikiran (Pokir) akan berlanjut atau tidak.

150 Saksi Sudah Diperiksa, Kasus Dugaan Korupsi Dana Pokir di Garut, Penyidik Masih Mendalami
Istimewa
Ilustrasi korupsi 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut belum memutuskan dugaan korupsi dana pokok pikiran (Pokir) akan berlanjut atau tidak. Hingga saat ini, Kejari masih menyelidiki kasus tersebut dengan memeriksa para saksi.

Kepala Kejari Garut, Azwar, mengatakan, keputusan dilanjut atau dihentikannya kasus dugaan korupsi DPRD Garut periode 2014-2019 akan ditentukan pada November.

Pihak penyelidik masih mendalami penyimpangan dalam kasus tersebut.

"Saya belum dapat laporan resmi dari penyelidiknya. Kemarin ditanya ke penyelidik masih perlu didalami lagi keterangannya," ujar Azwar di ruang kerjanya, Selasa (10/9).

Sosok Misterius di Tol Cipularang, dari Wanita Berbaju Merah Hingga Penumpang Bus Misterius

Kemarin, satu anggota dewan periode lalu kembali diperiksa. Penyelidik memeriksa Karnoto dari Partai Keadilan Sejahtera yang dulu menjabat di Badan Anggaran dan Komisi D.

"Hari ini (kemarin) ada lagi anggota dewan yang diperiksa. Total sudah delapan anggota dewan yang dimintai keterangan. Sedangkan total semua saksi sudah 150 yang diperiksa," katanya.

Banyaknya saksi yang diperiksa, lanjutnya, karena kasus tersebut kemungkinan melibatkan banyak orang. Harus ada keterangan yang detail dari setiap orang yang mengetahui masalah tersebut.

Ratusan orang yang telah diperiksa berasal dari anggota dewan, pendamping, pegawai sekretariat dewan, dinas, dan pihak terkait lainnya.

"Sejauh ini (penyelidik) belum ada yang bilang kesulitan. Mereka hanya bilang sedang didalami," ucapnya.

Azwar telah menginstruksikan kepada penyelidik agar akhir November proses penyelidikan harus sudah selesai. Nanti hasilnya baru ditentukan.

Festival of Light di Taman Kiara Artha Terancam Batal, Lampion Rusak Diterjang Angin Kencang

"Apakah dilanjut ke proses penyidikan atau bisa juga dihentikan. Tergantung pada alat bukti," ujarnya.

Terkait dugaan korupsi, Azwar juga belum bisa menjelaskan lebih lanjut. Ia juga masih menunggu hasil penyelidilan.

"Penyelidik bilang masih perlu keterangan pihak lain agar hasilnya lebih akurat. Saya tunggu dari penyelidik saja hasilnya nanti," katanya.

Sebarkan Energi Optimisme, ACT Inisiasi Gerakan Nasional #IndonesiaDermawan

Dalam penyelidikan, pihaknya pun cukup berhati-hati. Pasalnya perkara yang ditangani tersebut cukup kompleks. Selain bisa melibatkan pemerintah dan dewan, juga bisa memiliki keterikatan dengan masyarakat.

"Soal ada anggota dewan yang dipanggil lagi atau tidak, tergantung penyelidik. Tapi kalau yang tidak terlibat buat apa dipanggil," ucapnya. (firman wijaksana)

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved