Mustofa Sebut Penjaringan Nama Untuk Wakil Bupati Dianggap Terlalu Dini

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Mustofa, menyebutkan, penjaringan bakal calon wakil bupati untuk mendampingi Imron Rosyadi, dianggap terlalu dini.

Mustofa Sebut Penjaringan Nama Untuk Wakil Bupati Dianggap Terlalu Dini
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Sebanyak 50 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( anggota DPRD ) Kabupaten Cirebon dilantik hari ini, Senin (16/9/2019) di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Bonang. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Cirebon, Mustofa, menyebutkan, penjaringan bakal calon wakil bupati untuk mendampingi Imron Rosyadi, dianggap terlalu dini.

Mustofa mengatakan, seharusnya penjaringan nama untuk menjadi wakil bupati dilakukan setelah Imron Rosyadi menjadi bupati definitif, namun sekarang masih menjabat pelaksana tugas (plt) bupati.

"Memang tanggal 23 nanti nama harus segera dikirimkan, tapi saya lihat ini sangat tergesa-tergesa, DPC harus evaluasi hal tersebut," kata Mustofa saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Bonang, Kecamatan Sumber, Senin (16/9/2019).

50 Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Dilantik Hari Ini

50 Anggota DPRD Dilantik, Begini Pesan Plt Bupati Cirebon kepada Mereka

Mustofa mengatakan, penjaringan nama untuk wakil bupati pun dilakukan ‎secara tertutup dan dianggap tidak sesuai dengan DPC PDIP sebelumnya yang selalu terbuka, terutama bagi kepentingan masyarakat.

Ia menambahkan, kalo proses penjarangan dilakukan secara transparansi, nantinya Kabupaten Cirebon akan memiliki pemimpin dengan kapabilitas tinggi.

"Memang hak PDI mengusulkan nama, tapi harus tetap terbuka," katanya.

Sebanyak 20 nama yang diusulkan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kab‎upaten Cirebon, muncul untuk bersaing mendampingi Imron Rosyadi, menjadi Wakil Bupati Cirebon pada periode 2019-2024.

Penjaringan bakal calon wakil bupati, telah dibuka oleh DPC PDIP Kabupaten Cirebon sejak Minggu (15/9/2019), dengan cara para PAC mengusulkan nama dan nantinya ditembuskan langsung ke DPP PDIP Perjuangan.

Namun saat proses penjaringan berlangsung, sejumlah anggota PAC tidak menyepakati keputusan tersebut, lantaran 20 nama telah bocor dan diketahui sebelum masa penjaringan calon wakil bupati.

20‎ nama tersebut yakni, Sophi Zulfia, Wahyu Tjiptaningsih, Suherman, Mustofa, Rudiana, Sutrija, Anwar Asmali, Kiagus Abdul Azis, Tarmadi, Yayat Ruhiyat, Insyaf Supriyadi, Dudi Setiawan, Jamsari, Dian Andiani, Rita Komala, Handiwiyono, Iis Krisnandar, Bambang Mugiarto, Aan Setiawan, dan Ade Riyaman.

Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon Wakil Bupati, Irma Widiyanti, menu‎turkan, setelah menerima usulan nama, pihaknya akan segera melakukan verifikasi pemberkasan.

"Kalau berkasnya tidak dilengkapi, maka tidak akan diusulkan ke DPP PDIP," kata Irma di Kantor DPC PDIP, Jalan Pangeran Cakrabuana, Kabupaten Cirebon, Senin (16/9/2019).

Irma mengatakan, mekanisme penjaringan berbeda dengan sebelumnya, di mana dilakukan secara tertutup dan hanya diperuntukkan bagi para kader internal partainya saja," tidak dibuka untuk umum," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved