Cirebon Krisis Air Bersih, Plt Bupati Ajak Warganya Salat Istisqa
Pelaksana Tugas ( Plt) Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, menyebutkan, kemarau panjang yang terjadi Kabupaten Cirebon menyebabkan krisis air bersih
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Dedy Herdiana
Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pelaksana Tugas/ Plt Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, menyebutkan, kemarau panjang yang terjadi Kabupaten Cirebon menyebabkan krisis air bersih dan dirasakan oleh ribuan warga.
Imron menuturkan, kekeringan yang terjadi Kabupaten Cirebon, merupakan masalah bersama karena wilayah tersebut merupakan daerah yang kerap terdampak bencana kekeringan setiap tahunnya.
"Hujan tidak turun lebih dari satu bulan, kami minta masyarakat melakukan ikhtiar, salah satunya salat Istisqa. Intinya sabar dan tahu kultur alam di sini," kata Imron di Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis (12/9/2019).
• Warga Desa Sampiran Kabupaten Cirebon Harapkan Adanya Bantuan Air Bersih
• Pemkab Cirebon Menargetkan Bisa Mendatangkan 2 Juta Wisatawan Tahun Ini
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, mengaku siap mensuplai air bersih pada musim kemarau untuk masyarakat Kabupaten yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Kepala Seksi Kedarutan dan Logistik, Eman Sulaeman, mengatakan, untuk mendapatkan suplai air bersih masyarakat diminta untuk mengajukan surat langsung ke Plt Bupati Cirebon dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon.
"Surat tersebut harus disertai berita acara kekeringan yang ditandatangani langsung oleh kepala desa dan camat," kata Eman.
Setelah adanya surat tersebut, kata Eman, pihaknya akan langsung meninjau kondisi di lapangan, benar atau tidak mengalami kekeringan, sehingga bila benar suplai air bersih langsung diberikan.
Eman mengatakan, untuk suplai bersih, pihaknya berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jati dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon, terkait penyediaan air serta armada.
"Meskipun akan mensuplai air bersih, kami pun meminta masyarakat untuk hemat air. Karena saat ini Kabupaten Cirebon dinyatakan siaga darurat air bersih dari 1 Juli sampai 31 Oktober," katanya.
• 2 Kali Jadi Penyelamat Persib Bandung saat Sulit Cetak Gol, Ini Kata Erwin Hadapi Tira Persikabo
• Hadapi PS Tira Persikabo, Persib Bandung Bawa Semua Pemain Termasuk Febri Hariyadi
Sebanyak 17 desa dari 11 kecamatan di Kabupaten Cirebon mengalami kekeringan, bencana tersebut pun mengakibatkan ribuan kepala keluarga (KK) kesulitan mendapatkan air bersih, terutama untuk kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, 11 kecamatan yang mengalami kekeringan atau krisis air bersih, yakni Kecamatan Greged, Gebang, Gegesik, Gunung Djati, Kaliwedi, Klangenan, Panguragan, Sedong, Slangit, Suranenggala, dan Talun.
BPBD Kabupaten Cirebon pun mencatat, di Gebang sebanyak satu desa, Greged satu desa, Gegesik satu desa, Gunung Djati empat desa, Kaliwedi satu desa, Klangenan satu desa, Talun satu desa, Slangit satu desa, Suranenggala dua desa, Panguragan dua desa, dan Sedong satu desa.
Jumlah terdampak akibat bencana kekeringan, yakni sebanyak 15.983 kepala keluarga (KK) atau 55.915 jiwa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kering-setu-patok.jpg)