Aa Umbara Dilaporkan ke Polisi Atas Kasus Penipuan, Ini kata Satreskim Polrestabes Bandung

Wakasatreskrim Polrestabes Bandung, Kompol Suparma, menegaskan telah menerima laporan atas nama Sriwedari Dharmayati (39) yang melaporkan Bupati Kabup

Aa Umbara Dilaporkan ke Polisi Atas Kasus Penipuan, Ini kata Satreskim Polrestabes Bandung
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara saat sosialisasi Pilkades di Lembang, Rabu (24/7/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Wakasatreskrim Polrestabes Bandung, Kompol Suparma, menegaskan telah menerima laporan atas nama Sriwedari Dharmayati (39) yang melaporkan Bupati Kabupaten Badung Barat, Aa Umbara.

Sriwedari melaporkan Aa Umbara atas dugaan perbuatan penipuan atau penggelapan yang dilakukan pada tahun 2013.

Surat Laporan dengan nomor STPL/1978/VIII/2019/JBR/ POLRESTABES itu kini tengah dalam pendalaman oleh pihak Satreskrim Polrestabes Bandung.

"Laporan sudah ada di kami, saat ini masih dalam proses pendalaman saja," kata Suparma saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Sumur Bandung, Bandung pada Jumat (6/9/2019).

Maraknya Penipuan Melalui SMS dan Email Palsu Polri, Berikut Tips Cara Blokir Nomor Hp SMS Penipuan

Aa Umbara dilaporkan ke Satreskrim Polrestabes Bandung oleh Sri pada 26 Agustus 2019.

Pada surat itu dijelaskan bahwa kasus itu berawal saat Aa Umbara meminjam uang sebesar Rp 250 juta kepada pelapor pada 2013 lalu untuk keperluan pribadi dan berjanji akan mengembalikan dalam waktu satu bulan.

Namun dalam pembayarannya, Aa Umbara baru membayar sebanyak Rp 200 juta, sedangkan untuk sisanya dia memberikan cek sebesar Rp 20 juta dan untuk sisa uang Rp 30 juta akan dibayar secara tunai.

Lalu saat pelapor akan mencairkan cek sebesar Rp 20 juta itu, saldonya tidak mencukupi untuk dicairkan.

Sehingga atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian Rp 50 juta dan langsung melaporkan ke Polrestabes Bandung.

Penasehat hukum korban, Rizki Rizgantara, menjelaskan bahwa korban merasa ditipu saat melakukan proses pencairan cek.

"Setelah dicairkan, ditolak oleh Bank karena saldonya tidak mencukupi artinya dia (Aa Umbara) kan memberikan cek kosong. Kejadian itu waktu Aa Umbara masih jadi Ketua DPRD, akhirnya Bu Maya kami dampingi untuk bikin laporan,” ujar Rizki.

Lancarkan Penipuan Hingga Peras Korban Rp 47 Juta, Pria Ini Catut Nama Pejabat Polda Jatim

Penulis: Haryanto
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved