Penuturan Aceng Fikri Usai Digerebek, Diduga Ngamar dengan Istri Tidak Sah: Tak Ada yang Minta Maaf

Secara blak-blakan, Aceng Fikri merunut kejadian hingga ia bisa dibawa petugas Satpol PP.

Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Ravianto
Kolase Tribun Jabar
Aceng Fikri yang apes kena razia hotel di Bandung, sudah 6 bulan sakit. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mantan bupati Garut Aceng HM Fikri kembali menjadi perbincangan publik setelah ia dan istrinya, Siti Elina Rahayu, digiring Satpol PP Kota Bandung dari salah satu hotel.

Aceng Fikri pun menjelaskan kronologis ia bisa digiring ke Kantor Satpol PP Kota Bandung.

Jurnalis Tribun Jabar, Firman Wijaksana, yang menemui Aceng di rumahnya di kawasan Copong, Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, berhasil mewawancarai anggota DPD RI itu.

Secara blak-blakan, Aceng Fikri merunut kejadian hingga ia bisa dibawa petugas Satpol PP.

Ia mengakui hotel di daerah Lengkong itu sengaja dipilih setibanya ia dan sang istri di Bandung.

Ia mencari hotel yang dekat dengan lokasi praktik dokter gigi tempatnya biasa memeriksakan kesehatan gigi.

Berikut hasil wawancara jurnalis Tribun Jabar, Firman Wijaksana.

Tribun: Kenapa memilih hotel di kawasan Lengkong, bukan hotel bintang empat atau lima?

Aceng: Saya saat itu berangkat dari rumah di Garut, Kamis (22/8/2019). Sampai di Bandung jam 16.30. Biasanya saya menginap di (hotel) Papandayan.

Aceng Fikri dan istrinya, Siti Elina Rahayu, di sebuah ruangan di Kantor Satpol PP Kota Bandung sebelum dimintai keterangan, Kamis (22/8/2019).
Aceng Fikri dan istrinya, Siti Elina Rahayu, di sebuah ruangan di Kantor Satpol PP Kota Bandung sebelum dimintai keterangan, Kamis (22/8/2019). (Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik)

Karena mau periksa gigi, saya cari yang terdekat. Mendadak juga karena besoknya (Jumat) mau cek rutin gigi ke Dokter Joy jam 08.00. Dari hotel ke tempat praktik itu jalan kaki cuma 5 menit.

Tribun: Memang sudah berapa lama periksa kesehatan gigi?

Aceng: Saya sudah enam bulan cek gigi di sana. Jadwalnya rutin setiap Senin dan Jumat. Biasanya berangkat dari rumah pukul 05.30.

Tribun: Kemarin kenapa memilih menginap di hotel?

Aceng: Istri yang ngajak ke Bandung untuk menginap. Ingin sekalian ngabuburit juga karena waktu itu lagi puasa.

Saya buka puasa pukul 18.00 di Rumah Makan Bu Imas Balong Gede. Terus pukul 18.30 balik lagi ke hotel ingin istirahat. Pukul 21.30 istri nyuruh tidur karena besoknya mau cek ke dokter.

Aceng Fikri dirazia bersama wanita muda yang ternyata istrinya.
Aceng Fikri dirazia bersama wanita muda yang ternyata istrinya. (Tribunnews Kolase/Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik)

Tribun: Bagaimana kronologi hingga petugas Satpol PP datang ke kamar?

Aceng: Sekitar pukul 22.15 ada yang ketuk pintu. Padahal saya lagi nyenyak tidur. Saya bilang tunggu, lalu saya buka pintu.

Saya tanya mau ke siapa? Dia bilang dari Satpol PP. Mau apa? Mau periksa identitas katanya. Memang salah saya apa? Saya tidur, kan, dengan istri sah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved