Warga di Sekitar Bendungan Leuwikeris Krisis Air Bersih, Padahal Cuma 200 Meter dari Sungai Citanduy

Sudah dua bulan ini warga Blok Guha Lembur RT/ 18/09 Dusun Guha, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing

Warga di Sekitar Bendungan Leuwikeris Krisis Air Bersih, Padahal Cuma 200 Meter dari Sungai Citanduy
Tribun Jabar/Andri M Dani
Puluhan pekerja proyek Bendungan Leuwikeris paket 2 dan petugas keamanan mengelar upacara bendera HUT ke-74 Kemerdekaan RI di ujung mulut (out let) terowongan pengelak Bendungan Leuwikeris di Desa Ciharalang Cijeungjing Ciamis, Sabtu (17/8.2019) siang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Sudah dua bulan ini warga Blok Guha Lembur  RT/ 18/09 Dusun Guha, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis kesulitan air bersih.

Banyak sumur gali dan sumur pompa milik warga kekeringan akibat kemarau.

Kampung Guha Lembur ini merupakan daerah terdampak proyek (DTP) Bendungan Leuwikeris yang tengah dibangun.

Jarak perkampungan dengan sisi Sungai Citanduy hanya terpaut sekitar 200 meter.

Kampung Guha Lembur berada di atas tebing sekitar 150 meter di atas jurang dasar Sungai Citanduy.

“Setiap musim kemarau Kampung Guha Lembur memang selalu kesulitan air bersih. Tetapi musim kemarau ini lebih lama. Sekarang sudah 2 bulan warga kesulitan air bersih,” ujar Jujang (27), tokoh pemuda Dusun Guha, Desa Handapherang kepada Tribun, Jumat (23/8/2019).

Salimah, Penenun Generasi Terakhir yang Masih Lestarikan Kain Gedongan Khas Juntikebon Indramayu

Menurut Jujang, di RT 19 RW 08 Kampung Guha Lembur ada belasan rumah yang sumurnya sudah kering kerontang. “Sumur dengan dalam belasan meter sudah tidak ada airnya. Di rumah saya, pompa sanyo sudah tidak bisa lagi menyedot air karena sumur sudah kering. Pompanya sudah tidak difungsikan,” katanya.

Untuk mandi  dan mencuci belasan warga di Kampung Guha Lembur tersebut menurut Jujang terpaksa antri tiap pagi dan sore di sumur/MCK umum Masjid At Taqwa Rt 19/ RW 08.

”Warga ngambil airnya di sumur masjid. Kalau ke Sungai Citanduy tidak mungkin, meski dekat tapi jurangnya dalam sekali sekitar 150 meter dalamnya. Beruntung sumur masjid masih banyak airnya ,” ujar Jujang.

Karena tiap hari warga antri di sumur (pompa) masjid. Penggunaan listrik di masjid jadi membengkak. Guna mengurangi beban rekening listrik masjid menurut Jujang tiap hari Jumat tiap warga menyumbang berar perelek ke masjid.

Selokan di Jalan Cimindi Leuwigajah Ditumpuki Sampah, Jadi Sarang Tikus

“Tidak hanya hanya satu gelas bekas air mineral tiap Jumat. Beras perelek tersebut oleh DKM dijual lagi ke warga untuk bayar tagihan listrik,” katanya.

Mengingat musim kemarau diperkirakan masih lama, warga kata Jujang berharap adanya bantuan air bersih dari pemerintah.

“Musim kemarau tahun lalu, ada kiriman air bersih rutin tiap minggu untuk warga. Tapi musim kemarau tahun ini belum ada, padahal warga sudah dua bulan kesulitan air bersih,” tambah Jujang.

Jangka panjangnya menurut Jujang, bila Bendungan Leuwikeris selesai  dibangun dan airnya sudah menggenang. Tentu sumur warga tidak akan terlalu kering tersengat musim kemarau karena ada rembesan dan resapan dari genangan Bendungan Leuwikeris.

Masa Lalu Kelam V Terungkap, Padahal Pintar di Sekolah, Ketemu Lagi Ayahnya Setelah Vina Garut Viral

Penulis: Andri M Dani
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved