Kerusuhan di Manokwari

UPDATE Manokwari Rusuh, Bandara Domine Eduard Osok di Sorong Juga Dirusak

Namun, sejumlah kaca dan fasilitas publik yang ada di sekitar bandara berhasil dirusak massa dengan cara dilempari batu.

UPDATE Manokwari Rusuh, Bandara Domine Eduard Osok di Sorong Juga Dirusak
capture kompas tv
Massa membakar mobil di Sorong. 

“Kami lagi mengecek langsung kondisi di Manokwari, termasuk beberapa fasilitas publik yang di rusak dan dibakar oleh massa,” ujar Lakotani.

Seperti diketahui, masyarakat di Papua dan Papua Barat, saat ini melakukan aksi demo terkait dugaan tindakan diskriminatif kepada sejumlah mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur.

Kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin siang. Kompas TV melaporkan, dalam kerusuhan itu, massa membakar Gedung DPRD Papua Barat.

Dalam tayangan Kompas TV terlihat api bercampur kepulauan asap menyelimuti gedung wakil rakyat di Papua Barat.

Namun, saat ini situasi keamanan di Manokwari kembali berangsur kondusif. (Kontributor Wamena, John Roy Purba)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Aksi Massa di Sorong Merusak Bandara

Wali Kota Malang minta maaf

Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan permintaan maafnya atas insiden yang terjadi antara mahasiswa asal Papua dengan sejumlah ormas di Malang.

"Kalau mungkin ada kemarin insiden kecil atau dimaknai besar, atas nama Pemerintah Kota Malang, saya memohon maaf sebesar-besarnya," kata Sutiaji dikutip dari siaran langsung Kompas TV, Senin (19/8/2019).

Sutiaji membantah bahwa ada isu pemulangan mahasiswa asal Papua.

"Jadi pemerintah kota sampai saat ini tidak pernah membuat kebijakan yang berkaitan dengan ada pemulangan dan sebagainya," kata Sutiaji.

Sutiaji juga menegaskan siapapun warga negara Indonesia dipersilakan untuk menimba ilmu di fasilitas pendidikan yang ada di Kota Malang.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved