Polisi Cianjur Terbakar

Buntut Unjuk Rasa Berujung 3 Polisi Terbakar di Cianjur, 31 Orang Diamankan, Korban Naik Pangkat

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah mengatakan sudah mengamankan sebanyak 31 orang terkait unjuk rasa mahasiswa yang berujung 3 polisi terbakar di Cianjur

Kolase Tribun Jabar (Instagram/cianjur_update)
Detik-detik Polisi di Cianjur Tersambar Api Lalu Terbakar, Orang-orang Langsung Teriak Berhamburan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kapolres Cianjur AKBP Soliyah mengatakan hingga saat ini sudah mengamankan sebanyak 31 orang terkait unjuk rasa mahasiswa yang berujung 3 polisi terbakar di Cianjur.

Sebanyak 31 orang tersebut, AKBP Soliyah, merupakan update dari proses penyelidikan kasus yang menyebabkan empat orang jadi korban dan terbakar.

"Mohon doanya agar anggota kami segera pulih dan mengenakan pangkat baru dari Kapolri, mereka akan mendapat kenaikan pangkat luar biasa," kata AKBP Soliyah di Mapolres Cianjur, Jumat (16/8/2019) sore.

Ia mengatakan, penghargaan yang diberikan oleh Kapolri tersebut terkait pengamanan saat unjuk rasa.

"Saya berharap mereka segera beraktivitas lagi," katanya.

Ia mengatakan setelah Satreskrim Polres Cianjur mengamankan 31 orang, pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Kami masih memeriksa nanti akan dilaksanakan gelar perkara, masih dalami tak bisa gegabah, tak bisa buru-buru," ujar AKBP Soliyah.

Diberitakan sebelumnya, unjuk rasa berakhir ricuh di OKP Cipayung Plus Cianjur pada Kamis (15/8/2019).

Kondisi Terkini Polisi yang Dibakar Hidup-hidup saat Amankan Demonstrasi di Cianjur

Polisi di Cianjur Terbakar, Polres Cirebon Lakukan Simulasi Pengamanan Demo Diwarnai Pembakaran

2. Kronologi

Kabid Humas Polda Jabar, Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyebut demo yang digelar di Pendopo Kabupaten Cianjur itu dihadiri oleh 50 mahasiswa yang tergabung dalam beberapa organisasi kemahasiswaan.

Organisasi tersebut antara lain GMNI, PMII, HMI, HIMAT, CIF, IMM, PD Hima Persis Cianjur yang beraliansi dengan nama OKP Cipayung Plus Cianjur.

"Unjuk rasa sudah diagendakan sejak Senin (12/8/2019). Kelompok dengan koordinator lapangannya MF menyatakan saat laporan akan aksi menyatakan siap menjaga ketertiban dan keamanan," kata Trunoyudo Andiko.

Trunoyudo menyebut massa mahasiswa itu mulai berkumpul untuk berunjuk rasa pada sekitar pukul 12.00 WIB.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi di RSUD Sayang Cianjur, setelah menjenguk polisi yang terbakar, Kamis (15/8/2019).
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi di RSUD Sayang Cianjur, setelah menjenguk polisi yang terbakar, Kamis (15/8/2019). (Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin)

Mereka para mahasiswa itu meminta untuk bertemu dan audiensi dengan unsur pimpinan DPRD Kabupaten Cianjur.

"Saat tidak bisa bertemu pimpinan dewan, lalu mereka melakukan aksi demo dengan menutup jalan di Jalan Siliwangi, Cianjur. Sehingga menjadi kemacetan lalu pada aksi itu ada pembakaran ban," ucap dia.

Pembakaran ban terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Aggota Bhabinkamtibmas Polres Cianjur Aiptu Erwin berusaha memadamkan api di ban yang terbakar.

Pada saat yang bersamaan, ada oknum dari massa aksi yang menyiram tubuh Aiptu Erwin pakai bahan bakar minyak.

Selain Erwin, ada dua anggota Polri juga yang mengalami luka bakar, yaitu Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon yang merupakan anggota Satuan Sabhara Polres Cianjur.

Polisi Terbakar Hidup-hidup di Cianjur, Pelempar Bahan Bakar Diduga Ada Dua Orang, Videonya Viral

Terungkap, Penyiram Bensin di Insiden Polisi Dibakar di Cianjur Ternyata Tidak Hanya Satu Orang

Luka bakar 64 persen

Dikutip dari Kompas.com Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigjen Pol Musyafak, menyebut Aiptu Erwin Yudha mengalami luka bakar 64 persen.

Menurutnya, Erwin alami luka bakar hampir di seluruh bagian tubuhnya, yakni di muka, kedua tangan, kaki, dan dada.

Meski alami luka bakar yang parah, Erwin masih dalam kondisi sadar saat tiba di RS Polri Kramat Jati.

"(Luka bakar) di muka, kemudian kedua tangan, kaki, dari ujung kaki sampai paha dan sebagian dada," ujar Musyafak.

KAHMI dampingi mahasiswa

Majelis Daerah Korp Alumni HMI ( KAHMI ) Cianjur, turut berduka atas kejadian yang menimpa 3 polisi yang terbakar.

Ketua KAHMI Cianjur, Firman Mulyadi, juga mengatakan akan mendamping para mahasiswa yang diamankan terkait peristiwa itu.

"Kami mendukung pihak kepolisian untuk mengusut oknum atau provokator yang menyiramkan bensin. Tentu prosesnya harus dilakukan secara objektif, prosedural, dan profesional, dengan tetap menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah," ujar Firman di Cianjur, Jumat (16/8/2019).

Unjukrasa mahasiswa di cianjur awalanya berjalan tertib, lalu ada yang bakar ban di halaman pendopo Cianjur, Kamis (15/8/2019). Polisi terbakar saat amankan unjukrasa mahasiswa.
Unjukrasa mahasiswa di Cianjur awalnya tertib, lalu ada yang bakar ban di halaman pendopo Cianjur, Kamis (15/8/2019). Polisi terbakar saat amankan unjuk rasa mahasiswa. (Istimewa)

Ia juga mengatakan, KAHMI akan memberikan pendampingan hukum dan pembinaan terhadap tiga anggota HMI yang masih dimintai keterangan pihak kepolisian.

Tiga mahasiswa tersebut masih diamankan di Polres Cianjur.

Menurutnya KAHMI, ketiga kader tersebut tidak terlibat langsung dengan penyiraman bahan bakar yang mengakibatkan  terbakarnya empat orang anggota kepolisian.

"Kami juga meminta kepolisian untuk memberikan pembinaan atau bahkan teguran pada oknum aparat yang melakukan tindak kekerasan pada mahasiswa peserta aksi dan menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah," ujarnya.

Ia juga memohon agar semua pihak menahan diri untuk tidak mengeluarkan pernyataan - pernyataan yang berpotensi memanaskan suasana.

"Sambil bersabar untuk menunggu hasil yang disampaikan oleh aparat penegak hukum," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved