Polisi Cianjur Terbakar
Terungkap, Penyiram Bensin di Insiden Polisi Dibakar di Cianjur Ternyata Tidak Hanya Satu Orang
Dal video tersebut terlihat bungkusan plastik yang dilemparkan pria berjas merah mengenai bagian tubuh dan kepala petugas.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Video detik-detik pelemparan bahan bakar ke arah api saat unjukrasa yang mengakibatkan tiga orang anggota polisi Cianjur terbakar di depan gerbang Pendopo Pemkab Cianjur beredar viral di media sosial.
Video berdurasi sekitar 14 detik tersebut memperlihatkan dua orang yang melempar bahan bakar dalam plastik ke arah api yang membakar ban motor.
Dalam video tersebut seorang pengunjuk rasa yang mengenakan jaket motif garis putih melempar pertama bungkusan plastik yang diduga berisi bahan bakar.
Namun lemparan pertama tersebut tak menimbulkan ledakan api.
Lalu pengunjukrasa kedua yang mengenakan jas merah melemparkan lagi bungkusan plastik ke arah api yang dikerumuni petugas dan pengunjukrasa.
Dal video tersebut terlihat bungkusan plastik yang dilemparkan pria berjas merah mengenai bagian tubuh dan kepala petugas.
Isi dari plastik yang berisi bahan bakar pun sempat bercipratan yang diikuti dengan sambaran api.
Diduga, para anggota yang terbakar terkena cipratan bahan bakar dari kantung plastik yang memuncak tersebut.
• Detik-detik Polisi di Cianjur Terbakar, Ada yang Lempar Kantong Plastik Hingga Picu Sambaran Api
• Video Detik-detik Polisi di Cianjur Terbakar Hidup-hidup, Teriak dan Guling-guling Karena Kepanasan
Sementara itu di Mapolres Cianjur, beberapa dokter kepolisian terlihat memeriksa para pengunjuk rasa yang diamankan.
Sejak pagi, terlihat beberapa dokter dan perawat keluar masuk ruangan Satreskrim Polres Cianjur.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai hasil pemeriksaan.
Sosok pertama penyiram bensin
Tiga polisi dari Polres Cianjur mengalami luka bakar parah saat mengamankan demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Cianjur Kamis (15/8/2019) siang.
Seorang warga yang berada di area unjukrasa, Mamur Abdulah (56), mengatakan, insiden itu terjadi beberapa saat setelah peserta unjuk rasa melakukan pembakaran ban.

Tiga polisi lantas mencoba untuk memadamkan api.