Jumat, 15 Mei 2026

Mati Listrik? Kenapa Tak Coba Produksi Listrik Sendiri, Nih Caranya

Kejadian mati listrik serentak di sebagian Pulau Jawa beberapa waktu lalu menunjukkan ketergantungan sebagian besar

Tayang:
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Pixabay.com
Ilustrasi listrik 

Energi listrik Pelanggan PLTS Atap yang diekspor ini nantinya dihitung berdasarkan nilai kWh Ekspor yang tercatat pada meter kWh ekspor-impor, dikali 65 persen.

Perhitungan energi listrik Pelanggan PLTS Atap dilakukan setiap bulan berdasarkan selisih antara nilai kWh Impor dengan nilai kWh Ekspor.

Permukiman warga Jakarta difoto dari Rusun Karet Tengsin terlihat gelap gulita hanya gedung perkantoran dan apartemen yang terang, Minggu malam (4/8/2019). Aliran listrik di Banten, Jabodetabek hingga Bandung terputus akibat adanya gangguan pada sejumlah pembangkit di Jawa.
Permukiman warga Jakarta difoto dari Rusun Karet Tengsin terlihat gelap gulita hanya gedung perkantoran dan apartemen yang terang, Minggu malam (4/8/2019). Aliran listrik di Banten, Jabodetabek hingga Bandung terputus akibat adanya gangguan pada sejumlah pembangkit di Jawa. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Dalam hal jumlah energi listrik yang diekspor lebih besar dari jumlah energi listrik yang diimpor pada bulan
berjalan, selisih lebih akan diakumulasikan dan diperhitungkan sebagai pengurang tagihan listrik bulan
berikutnya.

"Contoh, pelanggan pakai 100 kWh dari PLN, kemudian PLTS Atap memproduksi 20 kWh dalam sebulan . Maka pelanggan bayar 80 kWh. Juga ada batasan tidak bisa lebih dari 100 persen daya tersambung. Masalah harga, harga listrik yang dihasilkan dan yang dibayar adalah sama, sesuai tarif yang dilanggan PLN," katanya.

Maling Ini Mencuri Motor di Bekas Tempat Kerjanya, Sudah Tahu Seluk Beluk Kantor

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved