Ada 116 Sapi dan 1.464 Domba di Kota Bandung yang Dinyatakan Tidak Layak Jadi Hewan Kurban

Kepala Dispangtan Kota Bandung, Gingin Ginanjar mengatakan, berdasarkan data dari tim satgas pemeriksa hewan kurban mulai 30 Juli hingga 7/8/2019

Ada 116 Sapi dan 1.464 Domba di Kota Bandung yang Dinyatakan Tidak Layak Jadi Hewan Kurban
Istimewa
Petugas pemeriksa hewan kurban Dispangtan Kota Bandung memberikan tanda berupa cat pylox biru pada bagian tubuh seekor sapi yang dinyatakan tidak sehat dan tidak layak yang dijual di salah satu lokasi penjualan hewan kurban di Kota Bandung, pada Rabu (7/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Jelang hari raya Iduladha pada 1 Dzulhijjah 1440 H atau Minggu (10/8/2019), Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, terus lakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap kelaikan juga kesehatan pada sejumlah sapi serta domba yang akan dipergunakan sebagai hewan kurban oleh masyarakat di Kota Bandung.

Sejak diresmikan oleh Wali Kota Bandung, Oded M.Danial serta Sekertaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna di Plaza Balaikota Bandung pada Senin (29/7/2019) lalu, sekitar seratus orang petugas tim pemeriksa hewan kurban, telah melakukan pemeriksaan terhadap 15.423 hewan kurban di sejumlah kecamatan di Kota Bandung.

Kepala Dispangtan Kota Bandung, Gingin Ginanjar mengatakan, berdasarkan data dari tim satgas pemeriksa hewan kurban mulai 30 Juli hingga 7 Agustus 2019, pihaknya telah melakukan konsolidasi dan pendataan pemeriksaan terhadap 4395 ekor sapi dan 11.037 ekor domba atau kambing.

Hasilnya 4.257 sapi dinyatakan sehat layak dan 116 lainnya tidak layak karena belum cukup umur.

Sedangkan untuk domba, 9.573 dinyatakan sehat layak dan 1.464 lainnya tidak layak, selain karena belum cukup umur, tetapi juga beberapa diantaranya mengalami sakit mata yang dikarenakan oleh iritasi oleh debu dalam perjalanan atau lokasi tempat jual yang berada disisi jalan, serta Orf atau jenis penyakit berupa melepuhnya bagian bibir, yang disebabkan oleh virus bakteri pembusuk pada luka bernama Fuaobacterium necrophorus dan dapat menular diantara hewan khususnya domba atau kambing.

"Untuk hewan-hewan kurban yang telah diperiksa dan dinyatakan sehat layak, kami berikan kalung label bertuliskan telah diperiksa Dispangtan Kota Bandung 2019. Sementara yang tidak sehat layak, kami berikan tanda berupa spray menyerupai pylox biru pada bagian tubuh hewan tersebut, dan meminta pedagang untuk memisahkan kandang hewan yang sakit dan mengobatinya atau tidak menjual hewan tersebut. Kami juga bekerjasama dengan pihak kelurahan untuk melakukan pemantauan," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (8/8/2019).

Gingin pun menuturkan, para petugas dari satgas pemeriksa hewan kurban terdiri dari tenaga ahli atau staf Dispangtan Kota Bandung, dokter hewan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat I, serta mahasiswa program studi kedokteran hewan dari Universitas Padjajaran itu pun dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan pemeriksaan di setiap kecamatan hingga pelaksanaan penyembelihan para hewan kurban di setiap kecamatan.

"Para petugas akan terus bekerja setiap hari dari pagi hingga sore hari guna memastikan kesehatan dari hewan kurban dan memberikan penyuluhan ke para pedagang dan peternak (petugas ante mortem) dan memeriksa hewan kurban yang telah disembelih (petugas post mortem), dengan periode pelaksanaan pemeriksaan H-13 hingga H+3 Iduladha," ucapnya.

Ia pun mengimbau kepada para pedagang, agar selalu menjaga kesehatan dan kondisi dari seluruh hewan ternak dengan menyediakan kandang yg baik, dan senantiasa melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan secara rutin kepada hewan yang akan dijual. Serta bagi masyarakat untuk selalu mengemas daging kurban dengan kemasan yg ramah lingkungan dan mudah terurai.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat dalam semangat berkurban, jangan mengemas daging kurban menggunakan kantong plastik apalagi kresek hitam. Juga
selalu memilih dan membeli hewan yang layak sehat dengan memperhatikan selain kebersihan tempat pembelian tapi juga tanda layak sehat berupa kalung telah diberikan oleh petugas pemeriksa hewan kurban. Laporkan kepada petugas kelurshan maupjn dispangtan bila mememukan hewan yang belum diperiksa atau hewan yang tetap dijual meskipun kondisinya tidak sehat atau layak," katanya. (Cipta Permana)

Ada Apa dengan Wasit di Laga Persela vs Persib Bandung? Supardi Sampai Sebut-sebut Masa Depan Bangsa

Ditahan Imbang Persib Bandung, Begini Tanggapan Pemain Persela Lamongan Kei Hirose

Petugas Razia Hotel Temukan Airsoft Gun Narkoba hingga Kondom dan Amankan Pasangan Mesum di Bandung

Padamkan Kebakaran di Gunung Ciremai, BNPB Lakukan Pengeboman Air dengan Kerahkan 2 Helikopter Bell

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved