Eksklusif Tribun Jabar

Puluhan Warga Bandung Bakal Terima Uang Miliaran, Tapi Pemerintah Melawan, Entah Kapan Uang Dibayar

Puluhan warga Bandung yang terkena proyek tol Cisumdawu mendadak jadi miliarder. Gugatan di PN Bale Bandung dikabulkan. Pemerintah wajin bayar...

Puluhan Warga Bandung Bakal Terima Uang Miliaran, Tapi Pemerintah Melawan, Entah Kapan Uang Dibayar
Tribunjabar/Seli Andina Miranti
Jalan Tol Cisumdawu yang bisa dilalui pemudik sebagai jalur alternatif di Sumedang 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anna Rokayah (58) dan puluhan warga lainnya di Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, yang terkena imbas proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), mendadak jadi miliarder.

Belum lama ini gugatan mereka terkait ganti rugi tanah yang terkena proyek tol dikabulkan majelis hakim di Pengadilan Negeri Bale Bandung.

Pemerintah harus membayar Rp 194.262.515.615.

Ditemui di kediamannya, belum lama ini, Anna mengatakan, dari Rp 194 milaran itu, ia mendapat Rp 4,21 miliar. Ini membuat Anna sangat gembira.

Namun, kegembiraan itu masih harus ia tahan karena pemerintah selaku tergugat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kembali mengajukan langkah hukum pascaputusan itu.

Gugatan Ganti Rugi Lahan Cisumdawu, Pemerintah Kalah dan Harus Bayar Rp 194 Miliar ke 37 Warga

Dengan begitu, putusan PN Bale Bandung yang mengabulkan gugatannya belum inkrah atau mendapat kekuatan hukum tetap.

Anna mengatakan, ia dan para penggugat lainnya sama sekali tak punya niatan untuk menghambat proyek pemerintah, terlebih proyek jalan tol yang manfaatnya bisa dirasakan orang banyak.

"Sungguh, kami tidak ada maksud menghambat proyek tol ini. Kami hanya menginginkan ganti rugi yang layak dan lebih adil," ujarnya.

Selama proses pembebasan lahan, termasuk saat pengukuran tanah, kata Anna, ia dan para pemilik lahan lainnya tidak pernah dilibatkan.

Ruwetnya Proses Pembebasan Lahan Tol Cisumdawu, Ada 38 Gugatan Warga ke Pengadilan

"Kami tidak dilibatkan dalam musyawarah apa pun. Pihak KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik, Red) pun tidak pernah berkomunikasi mengenai nilai tanah yang terkena proyek tol," ujar Anna.

Halaman
123
Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved