Bukan Karena Sering Main Game di Ponsel, Ternyata Ini Penyebab Jemari Wawan Tak Berhenti Bergerak

Lebih lanjut, Hartono mengatakan, Wawan terus menerus menggerakkan tangannya seperti sedang bermain game di smartphone.

Kompas.com/Vitorio Mantalean
Wawan Game asal Tasikmalaya. Kini dirawat di Bekasi. 

"Enggak tahu ada masalah apa di tempat itu. Ketika ada masalah itu, tiba-tiba orangtuanya secara berturut-turut meninggal."

"Itu yang bikin begitu. Orangtuanya meninggal ketika dia keluar SMA. Dari SMA sampai 2018 akhir itu Wawan terus-terusan dipasung," ujar Sri.

Wawan tinggal di sebuah desa di Tasikmalaya.

Pemasungan dilakukan lantaran keluarga kehabisan akal karena Wawan agresif dan kerap mengamuk

LSM Gerak Cepat Bersama yang mengetahui kabar tersebut tahun 2016 lalu ke lokasi Wawan dipasung.

Sri sempat membawa Wawan ke RS Jiwa Cisarua, Lembang.

Namun, setelah pulang ke rumah, Wawan dipasung lagi.

"Beberapa kali dirawat. Pulang rawat inap ke rumah, karena Wawan sudah enggak punya orangtua, ditambah karena dia suka ngamuk, agresif, akhirnya sama saudaranya dipasung lagi," ujar Sri.

Wawan ternyata kurang diperhatikan keluarganya.

Tak ada yang mengantarnya untuk pemeriksaan rutin.

 Cerita Pilu Perempuan dengan Gangguan Jiwa di Cijaura, Tiga Kali Dihamili, Dua Anak Meninggal

Sri kemudian kembali membawa Wawan ke Bandung.

"Saya bawa ke rumah sakit di Bandung, masih begitu-begitu saja enggak ada perkembangan. Dirawatlah di RS Marzuki Mahdi, Bogor, karena saya kasihan. Kalau dibalikin ke Tasik lagi, nanti dipasung lagi," ujar Sri.

Namun, kondisinya tak kunjung membaik.

Wawan akhirnya dititipkan ke Yayasan Jamrud Biru pada 2019.

Membaik

Hartono mengatakan, saat ini kondisi Wawan sudah menuju ke arah yang lebih baik.

Hartono menyebut kondisi kesembuhan mentalnya sudah 40 persen.

"Kami obati terus di sini pelan-pelan bisa merespon omongan orang dan mentalnya sehat lagi," ujarnya.

Setiap hari, Wawan Game diberikan jamu yang terbuat dari bahan-bahan herbal.

Ia juga diberikan vitamin agar daya tahannya terjaga.

Hartono saat mendampingi pasien dengan gangguan jiwa Iwan Game
Hartono saat mendampingi pasien dengan gangguan jiwa Iwan Game (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

"Ada beberapa yang kita lakukan, terapi saraf, totok, dan juga terapi ramuan jamu dan air kelapa, pembinaan agama walaupun dia (Wawan atau pasien lain) tidak merespon, tapi pelan-pelan kita didik agar dia mengerti," ujar Hartono.

Penanganan khusus diberikan untuk Wawan.

Setiap pagi ia diajak berolahraga mengangkat beban.

Kegiatan tersebut, menurut Hartono, diharapkan bisa memberikan efek di tubuh Wawan sehingga saraf-saraf tangannya membaik.

"Alhamdulillah Wawan berat badannya udah nambah gemukan enggak kurus kaya waktu pertama kali datang ke sini," ujar Hartono.

Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved