Debat Panas Bambang Widjojanto dan Hakim di Sidang MK, 'Kalau Tidak Stop Saya Suruh Keluar'

Terjadi debat panas antara Hakim Konstitusi Arief Hidayat dengan Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto.

Debat Panas Bambang Widjojanto dan Hakim di Sidang MK, 'Kalau Tidak Stop Saya Suruh Keluar'
Kolase Tribun Jabar (Tribunnews dan Kompas.com)
Bambang Widjojanto, tim hukum Prabowo yang juga eks pimpinan KPK, pernah gegerkan publik akibat Cicak Vs Buaya Jilid 3. 

Ucapan Arief justru membuat Bambang ikut meninggikan suaranya.

Ia mengatakan Arief sudah menekan saksi yang ia bawa.

 Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto Keluar Ruang Sidang Ketika Yusril Bacakan Jawaban

 Kubu Prabowo Buat Kejutan Besar di Sidang Sengketa Pilpres Ketiga, Bambang Widjojanto Beri Bocoran

"Mohon maaf Pak kalau dalam tekanan terus saya akan menolak itu, Pak. Saksi saya menurut saya ditekan oleh Bapak,' ucapnya.

Namun, Arief tak terpancing, ia kembali menegaskan ia tidak bermaksud seperti yang dituduhkan Bambang Widjojanto.

"Bukan begitu. Sudah Pak Bambang sekarang diam, saya akan dialog dengan dia," ucapnya.

Setelah itu, adu argumen antara keduanya berakhir.

Idham melanjutkan kesaksiannya. Menurutnya, ada empat jenis rekayasa data kependudukan dalam daftar pemilih tetap ( DPT) yang digunakan dalam Pemilu 2019.

Namun, DPT yang didapat Idham itu berasal dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.

DPT tersebut didapat Idham pada Februari 2019.

Bambang Widjojanto beri bocoran soal sidang sengketa Pilpres 2019. Kubu Prabowo bakal beri kejutan besar.
Bambang Widjojanto beri bocoran soal sidang sengketa Pilpres 2019. Kubu Prabowo bakal beri kejutan besar. (Kolase Tribun Jabar (Tribunnews))

"Saya mengambil di kantor DPP Partai Gerindra. Yang beri ke saya Heri Sumartono bagian IT DPP Gerindra,' katanya.

Meski begitu, Idham tidak diminta oleh politisi Gerindra untuk menganalisis DPT tersebut.

Menurut Idham, ia berinisiatif untuk mencari tahu dugaan kecurangan.

Empat jenis rekayasa yang dimaksud Idham adalah nomor induk kependudukan siluman, pemilih di bawah umur, pemilih ganda, dan nomor induk kependudukan kecematan rekayasa.

idham memberi contoh adanya kode NIK siluman yang ada di kecamtan di Bogor, Jawa Barat.

Menurut Idham, ada pemilih yang terdaftar di daerah pemilihan Bogor.

Kemudian Idham mengecek dan mengetahui NIK pemilih tersebut tidak terdapat kode kecamatan yang terdapat di Bogor.

"Bogor cuma ada 40 kode kecamatan yang bisa dipilih ketika alamat itu ditentukan," katanya.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis kemudian bertanya kepada Idham, mengenai kondisi apabila ada pemilih asal Makassar yang pindah ke Bogor.

Menurut Azis, apabila orang tersebut menggunakan hak pilih di Bogor, seharusnya NIK orang tersebut tidak berubah, termasuk kode kecamatan yang terdapat di NIK.

"Jika Pak Idham yang lahir di Makassar pindah ke Bogor dan gunakan hak pilih di Bogor, apa itu bisa disebut pemilih siluman, karena NIK-nya tetap dan kode kecamatannya tidak berubah?" kata Azis.

Idham mengakui bahwa contoh kasus tersebut tidak termasuk NIK siluman yang diistilahkan olehnya.

Namun, Idham bersikeras perbedaan kode kecamatan yang ditemukan olehnya itu adalah ketidakwajaran.

"Bukan begitu, digit 5 sampai 6 dalam NIK itu lebih dari 40. Padahal cuma 40 kode kecamatan di Bogor," jelas Idham.

Kemudian, Azis menanyakan pernahkah Idham mengecek langsung adanya pemilih siluman seperti yang ia sebutkan.

Sebab, Idham hanya menjelaskan ia melakukan analisis menggunakan DPT yang didapat dari DPP Partai Gerindra.

Idham mengakui tidak pernah melakukan pengecekan langsung.

"Ya saya berdasarkan peraturan perundangan yang ada. Kalau ada yang di luar itu, saya katakan tidak benar. Tidak perlu saya verifikasi, karena itu tugas KPU," ucapnya.

Editor: Widia Lestari
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved