Bulan Ramadhan 1440 H

Jangan Biarkan Puasa Ramadhan Jadi Sia-sia, Berikut 13 Perbuatan yang Menghapus dan Merusak Amalan

Umat Islam yang berpuasa Ramadhan bisa saja tidak mendapatkan pahala, puasanya hanya sia-sia. Berikut 13 Perbuatan yang Menghapus dan Merusak Amalan

Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka), diberi minum dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.

Dijelaskan Ustadz Budi, kabar yang datang kepada Nabi di hari kiamat, Allah menjelaskan dalam ayat ke 3 dan 4, bahwa ada manusia pada hari itu telah lelah beramal tetapi mendapatkan neraka yang menyala-nyala.

Demikian hal ini sangat perlu kita cermati, tentu timbul pertanyaan besar, lantas apa penyebab amalan seseorang itu hilang bahkan tadi dijelaskan amalan seseorang akhirnya menjadi debu.

Dikatakan Ustadz, ada dua penyebab yang paling besar, yaitu dua perbuatan maksiat.

"Jika kita melakukan dua hal perbuatan itu, maka amalan bukan saja menjadi debu tapi lenyap seketika," ujarnya.

Ada dua kategori, yaitu nilai sebagai perusak dan penghapus (hilang).

Perbuatan dosa besar sebagai penghapus amalan tersebut yaitu Syirik.

Dijelaskan dalam Al Quran Surat Al An'am Ayat 88.

ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ ا َ

"Itulah petunjuk Allah, yang meminta Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan."

Dikatakan Ustadz Budi, jika amal soleh dicampur dengan kemusyrikan sekecil apapun itu maka akan habis lenyap seketika.

"Oleh karena jangan sampai kita mempunyai keyakinan tapi dicampur musyrik sekecil apapun hingga dibawa mati maka kemungkinan besar lenyaplah sudah," ujarnya.

Rasulullah pernah berkata, semua umatku akan masuk surga, hanya satu syarat saja jangan meninggal sambil syirik.

Karena saat meninggal membawa kemusyrikan maka habis nilainya disisi Allah.

Oleh karena itu dalam dzikir Nabi Almasurat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada kita sebuah doa untuk melindungi diri kita dari syirik besar maupun syirik kecil.

Rasulullah berkata, ‘Ucapkanlah Allahumma inni a’udzubika an usyrika bika wa ana a’lam wa astaghfiruka lima laa a’lam (‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik yang aku sadari. Dan aku memohon ampun kepada-Mu atas dosa-dosa yang tidak aku ketahui). HR. Ahmad (4/403).

Terungkap, Ini Daftar Harga Menu Warung Lamongan Indah Tegal yang Asli, Jauh Banget

Berikut ini 7 perbuatan yang dapat menghilangkan amalan.

1. Mendatangi Dukun dan Peramal

Dijelasakan dalam riwayat hadis HR. Muslim 14/227. Rasulullah SAW mengancam orang-orang yang mendatangi dukun dan sejenisnya, lalu meminta sesuatu kepadanya bahwa salatnya tidak akan diterima selama 40 hari.

Beliau bersabda: "Barang siapa mendatangi peramal lalu bertanya tentang sesuatu kepadanya, maka salatnya tidak akan diterima selama 40 hari.

2. Tathayyur: Menganggap sial melihat sesuatu
3. Tamaim (Jimat)
4. Tanjim (Zodiak/Ramalan)
5. Riya
6. Murtad

Adapun 6 perkara yang dapat merusak amalan, di antaranya:

1. Sibuk mencari aib manusia,
2. Kerasnya hati atau sombong,
3. Terlalu cinta dunia,
4. Sedikit malu atau hilang rasa malu kepada Allah,
5. Panjang angan-angan,
6. Tamak (rakus).

Demikian itulah sejumlah perbuatan yang perlu kita jauhi, dikatakan Ustadz, kita harus waspada terhadap istidraj, kenikmatan hati yang ditutup.

Tidak salat tapi hidup terasa nikmat; Tiada puasa tapi badan tetap sehat; Tidak menutu aurat tapi relasi semakin banyak; dan Tidak bayar zakat tapi penghasilan malah berlipat.

Perbuatan maksiat yang dilakukan terus menerus, dikahawatirkan saat meninggal dunia dalam keadaan Suul khatimah.

Warga Jamblang Cirebon Bersihkan Alquran Berusia 400 Tahun, Pembungkusnya Terbuat dari Kulit Unta

Oleh karena itu pula, jika seseorang telah menyesali perbuatannya maka bertaubatlah segera.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kesabaran dan hidayah kepada kita untuk melanjutkan ibadah puasa beberapa hari lagi ke depan.

Semoga Allah SWT juga memberikan kesempatan kepada kita sehingga dapat melaksanakan atau bertemu kembali dengan ibadah saum di tahun yang akan datang.

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved