Cantik di Hari Raya dengan Metode Baru Bedah Plastik

BEDAH PLASTIK adalah suatu cabang ilmu kedokteran yang bertujuan untuk merekonstruksi atau memperbaiki fungsi dan penampilan tubuh . . .

Editor: Dedy Herdiana
Istimewa

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -- BEDAH PLASTIK adalah suatu cabang ilmu kedokteran yang bertujuan untuk merekonstruksi atau memperbaiki fungsi dan penampilan tubuh atau bagian tubuh tertentu dari manusia melalui prosedur / tindakan atau operasi kedokteran.

Sebelumnya, bedah plastik lebih banyak dimanfaatkan untuk merekontruksi bagian tubuh yang tidak normal akibat suatu peristiwa seperti kecelakaan, luka bakar, dan kejadian lain yang merubah bagian anggota tubuh yang awalnya normal menjadi tidak normal.

Namun seiring waktu, bedah plastik kini makin canggih dengan teknik lebih modern yang didukung juga dengan peralatan canggih.

Makin kesini pun bedah plastik banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan estetik mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.

"Untuk bedah plastik rekonstruksi merupakan tindakan bedah dengan tujuan mengembalikan dan memperbaiki penampilan atau fungsi dari tubuh atau bagian tubuh tertentu mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki yang tampak di permukaan yang disebabkan oleh trauma,

penyakit atau kelainan bawaan,dari keadaan yang sebelumnya tidak normal menjadi mendekati normal," kata dr Betha Egih Riestiano Sp BP-RE sesuai dengan keterangan persnya yang diterima Tribun Jabar, Selasa (28/5/2019).

Sedangkan untuk bedah estetik adalah suatu tindakan untuk meningkatkan kepercayaan diri. Biasanya dilakukan oleh orang normal yang ingin sedikit diatas normal atau disebut supernormal.

Misalnya orang yang  sudah mulai penuaan yang kelopak matanya sudah terlihat "berkantong".

Untuk tindakan ini pula dibagi menjadi beberapa cara yakni invasif dan noninvasive atau minimal invasif.

Tindakan invasif antara lain seperti melakukan operasi tummy tuck ,liposuction atau operasi sedot lemak dan lipofilling atau memindahkan lemak di bagian lain ke bagian tubuh yang diinginkan, seperti payudara dan bokong.

Selain itu, revisi scar, yakni serangkaian prosedur kecantikan untuk mengurangi munculnya jaringan parut atau meningkatkan fleksibiltas dan fungsi kulit bekas luka.

Sementara  tindakan noninvasif atau minimal invasif merupakan perawatan dengan menggunakan peralatan modern atau canggih  sehingga tindakan seperti  botoks, laser, facial, dan dermabrasi dilakukan dengan sedikit nyeri, sedikit bekas luka dan pemulihan lebih cepat.

"Setiap tindakan invasif dan noninvasif ada perbedaannya. Namun yang jelas, seseorang yang ingin melakukan tindakan invasif perlu persiapan lebih matang seperti cek up lebih dulu. Berbeda dengan noninvasif yang bisa dilakukan tanpa persiapan yang  lebih detail,karena dilakukan dalam office setting (di poliklinik) " kataya.

Ia mengatakan, saat ini ada kecenderungan atau trend masyarakat lebih memilih tindakan estetik yang  noninvasif atau yang minimal invasif.

Pemilihan ini dinilai lebih cepat dan mudah namun hasilnya juga bisa cukup maksimal dan long lasting.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved