Bulan Ramadhan 1440 H

Jadwal Berbuka Puasa dan Imsakiyah 1 Ramadhan 1440 H, Senin 6 Mei 2019, Wilayah Bandung

Jadwal waktu berbuka puasa Senin 6 Mei 2019 atau 1 Ramadhan 1440 H, wajib diketahui agar puasa menjadi sah. Berbuka di waktu yang salah, puasa batal.

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
Menu kolak yang ada di garden restaurant. Rasulullah SAW menganjurkan berbuka dengan makanan yang manis-manis. 

Puasa wajib di bulan Ramadhan, harus membaca niat yang dilakukan sebelum masuk waktu subuh.

Hal tersebut sberdasarkan hadis Hafshah radhiallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من لم يُبَيِّتِ الصيامَ من الليل فلا صيامَ له

“Barangsiapa yang belum berniat puasa di malam hari (sebelum subuh) maka puasanya batal.” (HR. An Nasa’i dan dishahihkan Al Albani)

Dalam riwayat yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يُجْمِعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ، فَلَا صِيَامَ لَهُ

“Barangsiapa yang belum berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud, Ibnu khuzaimah, baihaqi)

Puasa bulan Ramadhan berbeda dengan puasa sunah. Niat puasa sunnah boleh dilakukan pagi hari asalkan sebelum waktu zawal atau tergelincirnya matahari ke barat.

Hal tersebut sebagaimana diriwayatkan dalam hadis :

عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا دَخَلَ عَلَىَّ قَالَ « هَلْ عِنْدَكُمْ طَعَامٌ ». فَإِذَا قُلْنَا لاَ قَالَ « إِنِّى صَائِمٌ »

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menemuiku lalu ia berkata, “Apakah kalian memiliki makanan?” Jika kami jawab tidak, maka beliau berkata, “Kalau begitu aku puasa.” (HR. Muslim no. 1154 dan Abu Daud no. 2455).

Selain itu, niat puasa Ramadhan juga dilafalkan dalam hati, tak cukup dilafalkan dalam lisan. Sehingga antara lisan dan hati seimbang melafalkan niatnya. 

 8 Ibadah Utama Pelebur Dosa dan Berlipat Pahala di Bulan Ramadhan 1440 H yang Wajib Diketahui 

 Doa Rasulullah Muhammad SAW saat Melihat Hilal Tanda 1 Ramadhan, Berharap Berkah dan Keselamatan

Selain penjelasan mengenai niat puasa Ramadhan, adapun penjelasan mengenai amalan berbuka puasa Ramadhan.

Rasulullah SAW menganjurkan untuk umatnya agar menyegerakan waktu berbuka puasa saat Bulan Ramadhan.

Anjuran tersebut ada pada hadis Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (Muttafaqun ‘alaih).

Selain itu, menyegerakan berbuka puasa sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Penjelasan tersebut sesuai dengan penjelasan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengerjakan shalat Maghrib hingga berbuka puasa kendati hanya dengan seteguk air.” (HR. Tirmidzi. Hadits Hasan).

Terdapat hadis yang menyatakan bahwa umat yang menyegerakan berbuka puasa, adalah umat yang dicintai Allah.

Riwayat Tirmidzi disebutkan dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, Allah Ta’ala berfirman,

“Hamba yang paling dicintai di sisi-Ku adalah yang menyegerakan waktu berbuka puasa.” Hadis riwayat Muslim. 

 Persiapan Bulan Ramadhan, Doa Buka Puasa Menurut 4 Hadis, Apa yang Biasa Diucap Rasulullah SAW?

Orang yang menyegerakan berbuka puasa, maka ia akan berada dalam kebaikan.

Pahala orang yang menyegerakan waktu berbuka adalah datangnya kebaikan.

Hal tersebut sesuai dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (Muttafaqun ‘alaih).

Selain itu, menyegerakan berbuka puasa berarti mengamalkan sunah. Ketika adzan akan berkumandang, sebaiknya hendaklah berada dirumah, atau ditempat yang memudahkan dirinya berbuka puasa.

Berbuka puasa bisa mendapat ganjaran, lebih utama lagi bila disegerakan.

Hal tersebut sebagaimana sabda Rasullullah SAW yang disebutkan dalam hadis : 

لَا تَزَالُ أُمَّتِى عَلَى سُنَّتِى مَا لَمْ تَنْتَظِرْ بِفِطْرِهَا النُجُوْمَ

“Umatku akan senantiasa berada di atas sunnahku (ajaranku) selama tidak menunggu munculnya bintang untuk berbuka puasa.” [HR. Ibnu Hibban 8/277 dan Ibnu Khuzaimah 3/275, sanad shahih].

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved