Jembatan Sudah Tua dan Lapuk, Warga Berharap Ada Jembatan Baru di Sungai Citarik
Warga Kecamatan Rancaekek serta Kecamatan Solokanjeruk, mengharapkan adanya pembangunan jembatan bagi pejalan kaki di atas Sungai Citarik.
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNAJABAR.ID, BANDUNG - Warga Kecamatan Rancaekek serta Kecamatan Solokanjeruk, mengharapkan adanya pembangunan jembatan bagi pejalan kaki di atas Sungai Citarik.
Melintang di atas Sungai Citarik, jembatan bambu ini menjadi jalur alternatif bagi warga dari dua wilayah, yakni Kampung Rancakemit, Desa Solokanjeruk, Kecamatan Solokanjeruk dan Kampung Rancakemit, Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek.
Jembatan yang memiliki panjang 50 meter ini, hanya memiliki dua batang bambu berdiameter 20 sentimeter yang digunakan sebagai pijakan, serta bambu berdiameter 10 sentimeter digunakan sebagai pegangan dan dipasang di bagian satu sisi jembatan.
Warga sekitar, Hendi (56), berharap adanya jembatan yang memiliki kontruksi dari besi, sehingga para pejalan kaki dari dua desa merasakan kenyamanan saat berjalan kaki.
"Adanya jembatan bambu sudah sangat membantu, tetapi akan lebih membantu bila jembatan dalam kondisi bagus," kata Hendi di sekitar Sungai Citarik, Kecamatan Solokanjeruk, Kamis (2/5/2019).
• Jembatan Bambu Sungai Citarik Berusia 30 Tahun dan Lapuk Masih Digunakan Warga
Hanya bisa dilintasi oleh satu pejalan kaki saja, sehingga warga harus menyeberang secara bergiliran.
Pantauan Tribun Jabar, Kamis (2/5/2019), beberapa bagian pada jembatan tersebut sudah mengalami kerusakan, sehingga saat digunakan oleh warga untuk melintas, jembatan itu pun goyang dan harus berjalan pelan dan berhati-hati.
Saat volume air Sungai Citarik meningkat, permukaan kerap hampir merendam bagian jembatan, sehingga beberapa komponen pada jembatan tersebut lapuk dan hilang tersapu arus sungai.
• KRONOLOGI Kerusuhan Kelompok Baju Hitam di Bandung, Pelanggaran Ini yang Buat Ridwan Kamil Emosi