Jokowi Mengaku Ditakut-takuti Saat Pemerintah Hendak Mengambi Saham Mayoritas Freeport

Calon presiden petahana Joko Widodo alias Jokowi mengaku sempat ditakut-takuti saat pemerintah hendak mengambil saham mayoritas Freeport.

Jokowi Mengaku Ditakut-takuti Saat Pemerintah Hendak Mengambi Saham Mayoritas Freeport
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari via Kompas.com
Calon Presiden petahana Joko Widodo (tengah) menyampaikan orasi pada kampanye terbuka di Aimas Convention Center, Sorong, Papua Barat, Senin (1/4/2019). Jokowi menargetkan kemenangan sebesar 80 persen di Papua Barat pada Pemilu Presiden 17 April mendatang. 

TRIBUNJABAR.ID, PROBOLINGGO - Calon presiden petahana Joko Widodo alias Jokowi mengaku sempat ditakut-takuti saat pemerintah hendak mengambil saham mayoritas Freeport.

Jokowi bercerita, pertemuannya dengan Barack Obama saat masih menjabat Presiden AS, maupun Donald Trump sebagai Presiden AS sekarang, tidak pernah sekalipun menyinggung soal Freeport.

“Saya ketemu Obama saat proses pengambilalihan, enggak ngomong sama saya juga. Ketemu Presiden sekarang Trump, enggak nyinggung-nyinggung juga. (Freeport) itu urusan bisnis, enggak ada yang masalahkan itu,” kata Jokowi saat kampanye terbuka di GOR Mastrip, Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (10/4/2019), seperti dikutip Antara.

Jokowi mengaku, saat akan mengambil alih kepemilikan saham Freeport menjadi mayoritas, banyak yang berpesan kepadanya agar berhati-hati.

Bahkan, kata dia, ada yang mengancam Papua bisa pecah jika Freeport diambil alih.

“Saya tugasi tiga menteri, mereka bertanya ke saya diteruskan apa enggak ini? Saya jawab teruskan,” kata Jokowi.

Dijanjikan Rp 20 M, Baru Terima Rp 10 M, Setelah Dibui Mantan Bupati Bekasi Itu Nangis dan Menyesal

Pemprov Jabar Bentuk Lembaga Khusus untuk Urus Geopark Ciletuh

Faktanya perjuangan itu pun membuahkan hasil ketika akhir 2018, Freeport berhasil diambil alih 51 persen sahamnya atas nama Indonesia.

Jokowi melihat perlu keberanian besar untuk mengambil langkah tersebut.

“Saya ditakut-takuti waktu mau ambil Freeport. 'Pak Presiden hati-hati kalau mau ambil Freeport'. Hati-hati seperti apa? 'Hati-hati kalau bapak berani ambil Freeport, Papua akan goncang'. Saya ke Papua, kok biasa-biasa saja. Enggak masalah,” katanya.

Oleh karena itu, ia justru menyesalkan ketika ada pihak-pihak yang menuduhnya sebagai antek asing.

Sementara banyak hal yang telah dilakukan Jokowi dianggapnya sama sekali bertentangan dengan tuduhan sebagai antek asing.

“Saya pikir ini antek asing yang mana. Saya diam. Coba libat 2015 yang namanya Blok Mahakam, blok minyak terbesar sudah 50 tahun dikuasai Jepang-Prancis. Sejak 2015 sudah diserahkan 100 persen ke Pertamina. Itu dituding antek asing,” katanya.

Pada 2018, kata dia, Blok Rokan sebagai blok migas terbesar di Indonesia yang dikelola oleh AS selama 90 tahun sejak pertengahan 2018 sudah dimenangkan Pertamina 100 persen.

Jokowi kemudian berpesan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh pada isu dan kabar bohong yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. (Kompas.com)

Belum Pasti Perkuat Persib Bandung, Wildan Terima Semua Keputusan Miljan Radovic

Kasus Korupsi Taufik Kurniawan, Ketua PAN Jateng Terima Rp 1,2 Miliar, Dikembalikan Setengahnya

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved