Mengenal Istilah Genomik, dari Mempelajari Gen Manusia Hingga Mendeteksi Pencegahan Penyakit
Genomik adalah satu di antara bidang kesehatan yang khusus mempelajari genom (gen) pada tubuh manusia.
Penulis: Fasko dehotman | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Genomik adalah satu di antara bidang kesehatan yang khusus mempelajari genom (gen) pada tubuh manusia.
Sejatinya, manusia memiliki sekitar 100 triliun sel di dalam tubuhnya. Di setiap sel terdiri atas kromosom yang tersusun dari susunan DNA.
Pada susunan DNA tersebut, setiap manusia memiliki 99,9% gen yang sama, namun terdapat 0.1% perbedaan.
Perbedaan tersebutlah yang menghasilkan keragaman bentuk manusia. Mulai dari tinggi badan, warna rambut, warna mata, warna kulit, serta kerentanan terhadap penyakit.
Marketing Communications Manager Prodia Bandung, Reskia Dwi Lestari, mengatakan bahwa dari genomik, dokter bisa memahami akibat interaksi antar gen manusia dan pengaruh lingkungan terhadapnya.
"Memasuki era next generation medicine, para dokter dan klinik terus berinovasi dalam bidang kesehatan. Salah satunya adalah menerapkan pemeriksaan genomik," kata Reskia kepada Teribun Jabar, ditemui di konferensi pers Seminar Genomik, Hotel Grandia, Jalan Cihampelas No 80-82, Kota Bandung, Sabtu (6/4/2019).
• Ridwan Kamil Kampanye dengan Maruf Amin, Sebut Jokowi-Maruf Amin Unggul 4 Persen di Jawa Barat
• Tiga Kali Kejadian Saat Musim Hujan, Tanah Ambruk Sering Terjadi di Desa Sundamekar Sumedang
Reskia menambahkan, pemeriksaan genomik ini tidak hanya berfungsi untuk mempelajari gen saja, tetapi juga sebagai pencegahan penyakit berbahaya.
"Pemeriksaan genomik ini terdiri dari nutrigenomics dan pharmacogenomics. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Nutrigenomics untuk gaya hidup yang tepat berdasarkan prom genomik. Sedangkan Pharmacogenomics untuk memandu pemilihan obat yang tepat dan dosis terapi," kata Reskia.
Lanjut kata Reskia, umumnya pemeriksaan genomik menggunakan teknologi canggih yaitu microarray.
Alasan penggunaan alat itu agar para dokter bisa menilai seberapa besar risiko tubuh seseorang terserang penyakit.
"Pemeriksaan Genomik dengan alat tersebut mampu mendeteksi risiko penyakit diabetes, penyakit kardiovaskular, penyakit hipertensi, dan penyakit autoimun," kata Reskia.
• Manajer Persib Bandung Rogoh Kocek Bantu Perbaiki SDN Aji Tunggal 106 yang Diterjang Banjir Bandang
• Siswi SMP Dikeroyok 12 Siswi SMA Pontianak, Tagar #JusticeForAudrey Jadi Trending Topic di Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/seminar-genomik.jpg)