Teroris Penembakan Dua Masjid di Selandia Baru Ditangkap Polisi Saat Menuju Lokasi Penembakan Ketiga

Teroris yang menyerang dua masjid di Christchurh, Selandia Baru, pada Jumat lalu, ditangkap polisi setempat sedang menuju ke lokasi penembakan ketiga.

Editor: Dedy Herdiana
POOL New via Sky News
Brenton Tarrant ketika dihadirkan di pengadilan Sabtu (16/3/2019). Tarrant dikenai dakwaan pembunuhan kepada jemaah Masjid Al Noor dan Linwood ketika Shalat Jumat di Christchurch, Selandia Baru (15/3/2019). Wajahnya diburamkan untuk mempertahankan haknya mendapat persidangan yang adil. 

TRIBUNJABAR.ID, CHRISTCHURCH -- Pelaku teror alias teroris yang menyerang dua masjid di Christchurh, Selandia Baru, pada Jumat lalu, ditangkap polisi setempat sedang menuju ke lokasi penembakan ketiga.

Demikian pernyataan dari pejabat tinggi kepolisian Selandia Baru, seperti dikutip dari Kompas.com yang diwartakan CNN pada Rabu (20/3/2109).

Sebanyak 50 orang terbunuh ketika seorang pria bersenjata memberondong jemaah di dua masjid pada pekan lalu.

Pelaku diidentifikasi bernama Brenton Tarrant, seorang pria Australia berusia 28 tahun.

Kepala Polisi Mike Bush memuji tindakan responden pertama di tempat kejadian kurang dari enam menit setelah mendapat informasi pertama tentang terjadinya penembakan.

"Dalam 21 menit (dari panggilan pertama), orang yang sekarang ditahan telah ditangkap dan menjauh dari potensi membahayakan lebih lanjut dari publik," katanya, dikutip dari ABC.

PM Selandia Baru Bersumpah Tidak akan Sebut Nama Teroris Karena Alasan Ini

Tidak Benci Pelaku Teror di Selandia Baru, Ahmed Ingin Peluk Teroris yang Bunuh Istrinya

"Kami sangat yakin telah menghentikan dia dalam perjalanannya menuju ke lokasi serangan berikutnya," ujarnya.

"Nyawa lain dapat diselamatkan oleh personel kami yang berani," imbuhnya.

Kini polisi secara resmi telah mengidentifikasi dan memulangkan 21 jenazah korban penembakan.

Dua pemakaman telah digelar pada Rabu (20/3/2019) pagi.

Mereka yang dimakamkan hari ini adalah Khalid Mustafa (44) dan putranya yang berusia 15 tahun, Hamza Mustafa.

Puluhan Orang Berdemonstrasi, Aksi Solidaritas Kepada Umat Muslim di Selandia Baru [VIDEO]

FBI dan 250 Tim Gabungan Selandia Baru Selidiki Kasus Terorisme di Masjid Selandia Baru

Bush berharap semua korban dapat diidentifikasi secara formal hingga hari ini.

Dia mengatakan, pemulangan jenazah ke keluarga mereka untuk segera mengebumikan korban menjadi prioritas, sekaligus menghargai penguburan dalam hukum Islam dilakukan secepatnya.

 "Kami memiliki lebih dari 120 orang terlibat dalam prosesini, yang berfokus pada memulangkan korban kepada keluarga," katanya.

Sementara itu, PM Selandia Baru Jacinda Ardern kembali ke Christchurch pada Rabu untuk memberikan dukungan kepada mereka yang terdampak dalam tragedi penembakan.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved