Jumlah Kasus DBD di Kota Bandung Meningkat, Yana Mulyana Sarankan Ini

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung, jumlah kasus hingga 31 Januari 2019 telah mencapai 224 laporan.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/Cipta Permana
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, meninjau rumah warga yang positif terjangkit DBD dan lingkungan, di Kelurahan Cicaheum, Kota Bandung, Jumat (1/3/2019) 

"Jadi kalau menguras bak mandi itu tidak cukup hanya dengan mengganti airnya saja, tapi juga sela-sela ubinnya juga harus kita sikat, karena biasanya sarang jentik ada disana. Termasuk masyarakat juga harus rutin melakukan kerja bakti kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing, untuk tidak memberi peluang bagi nyamuk dapat berkembang biak dan mewabah DBD di Kota Bandung," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Kiaracondong, Tarya, menjelaskan bahwa sudah ada dua warganya yang meninggal akibat DBD, pada bulan lalu. Keduanya merupakan warga di RW 06 Kelurahan Kebon Jati dan RW 09 Kelurahan Kebon Kangkung.

Kasus keterjangkitan DBD terbaru terjadi di Kelurahan Cicaheum, dimana terdapat sembilan dari sepuluh orang,  mengalami hal serupa dan telah ditangani oleh pihak Puskesmas serta rumah sakit. Sebagian besar dari penderita tersebut adalah anak-anak.

Saat ini kondisi para penderita, kata Tarya, berangsur membaik dan telah kembali ke rumah masing-masing.

"Berdasarkan laporan dari Puskesmas, hingga saat ini masih ada beberapa orang warga lainnya yang mengalami gejala seperti panas, demam, menurunya trombosit dan lainnya, tapi belum terkonfirmasi positif sebagai DBD. Sekarang warga yang mengalami gejala atau terjangkit DBD terus menurun jumlahnya, dibandingkan bulan lalu atau akhir Januari 2019," ujarnya di lokasi yang sama.

Berkurangnya jumlah tersebut, kata Tarya, disebabkan oleh rutinnya tingkat kepedulian masyarakat untuk kerja bakti pembersihan lingkungan, khususnya pemberantasan sarang nyamuk di wilayahnya masing-masing.

"Ke depan kami akan terus galakan kegiatan PSN ini di seluruh Kecamatan Kiaracondong, sebab ini merupakan salah satu gerakan yang efektif dalam upaya mencegah terjangkitnya DBD. Kami pun berharap program satu rumah satu jumatik dimasyarakat bisa terus ada dan rutin dilaksanakan pada hari Jumat di setiap minggunya," katanya.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan data kasus DBD yang dihimpun Tribun Jabar dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, hingga Januari 2019, tercatat sebanyak 2.461 kasus dengan 18 orang diantaranya meninggal dunia.

Jumlah kasus ini cenderung meningkat sejak akhir tahun 2018 lalu, atau seiring dengan dimulainya musim penghujan.

Beda Syahrini dan Luna Maya di Mata Reino Barack, Sempat Bocorkan Sifat Asli Mantan yang Emosional

3 Manfaat Luar Biasa dari Minum Kopi, Bisa Menurunkan Risiko Penyakit Otak?

Ternyata Ini Remaja Indonesia Penggerak Kampanye Bye Bye Plastic Bag yang Mendunia

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved