Ternyata Ini Remaja Indonesia Penggerak Kampanye Bye Bye Plastic Bag yang Mendunia

Melati Wijsen membuat gerakan Bye Bye Plastic Bag pada 2014, dimana saat itu usianya baru 12 tahun.

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Putri Puspita Nilawati
Melati Wijsen founder Bye Bye Plastic Bag 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Hadirnya media sosial membuat kita semakin tahu keindahan alam yang dimiliki oleh Indonesia.

Tak hanya wisata alam yang keindahannya diketahui oleh banyak orang, media sosial bahkan membantu masyarakat untuk mengetahui keindahan alam yang belum terjangkau oleh masyarakat.

Di balik keindahan alam yang terlihat di media sosial, masalah kebersihan terutama sampah seringkali merusak pemandangan.

Sampah yang paling mengganggu dan merusak lingkungan adalah sampah plastik, bahkan jenis sampah ini tak hanya menjadi masalah di Indonesia. Sampah plastik sudah menjadi perhatian di dunia saat ini.

Sebagai generasi muda yang ingin memperbaiki keselamatan bumi supaya nyaman untuk dihuni, remaja asal Bali Melati Wijsen membuat gerakan Bye Bye Plastic Bag pada 2014, dimana saat itu usianya baru 12 tahun.

Melati merupakan remaja blasteran dari Belanda dan Surabaya yang tinggal di Bali.

Ia bergerak membuat kampanye Bye Bye Plastic Bag bersama sang adik, Isabel Wijsen.

Ide membuat kampanye plastik ini didapatkan Melati dan Isabel ketika Ia pulang sekolah dimana saat itu di sekolahnya membahas soal orang-orang yang mampu mengubah dunia.

"Kami terinspirasi dengan kisah orang-orang hebat seperti Nelson Mandela, Lady Diana, Mahatma Ghandi dan Raden Ajeng Kartini. Lalu kami berpikir apa yang bisa dilakukan untuk Indonesia? Kami melihat masalah di Bali saat ini adalah sampah mulai dari sawah, laut, hutan sekarang dipenuhi sampah pastik dan akhirnya kami membuat rancangannya," ujar Melati di Bandung Independent School, Jalan Surya Sumantri No 61, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Jelang Persib Bandung vs PS Tira Persikabo: M Natshir Buru Kemenangan

Melati dan Isabel pun memulai dengan ide tidak menggunakan sampah plastik. Melati mengatakan ia tidak mau menunggu hingga dewasa untuk membuat perubahan.

Sebagai generasi muda yang akan menempati bumi lebih lama, Melati tidak mau masa depannya di bumi dihancurkan oleh masalah sampah plastik.

"Saat ini sudah ada 40 negara yang sudah bebas sampah plastik dan Indonesia pasti bisa untuk seperti negara lain," ujar Melati.

Setelah memiliki konsep Bye Bye Plastic Bag, Melati membuat petisi online dimana semua idenya dituangkan di petisi tersebut.

Melati tak menyangka petisi yang dibuatnya justru banyak didukung oleh berbagai kalangan masyarakat di berbagai belahan dunia dan mendapat dukungan dari 6.000 orang hanya dalam waktu selama 24 jam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved