Ruang Terbuka Hijau di Kota Cimahi Hanya 11 Persen Bahkan Terancam Terus Berkurang

Bahkan keberadaan ruan terbuka hijau di Kota Cimahi pun bisa terus berkurang karena adanya alih fungsi lahan

Ruang Terbuka Hijau di Kota Cimahi Hanya 11 Persen Bahkan Terancam Terus Berkurang
Gani Kurniawan
Ilustrasi--- Kawasan Sarana Olah Raga (SOR) Saparua yang adalah satu di antara ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Bandung, Jumat (27/4).

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI- Saat ini, ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Cimahi hanya tersisa 11,5 persen dari total luas wilayah yang mencapai 40,25 km persegi.

Data itu berdasarkan catatan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi.

Mengacu pada data tersebut, ruang terbuka hijau di Kota Cimahi sangat jauh syarat minimal dalam Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Perencanaan Tata Ruang Wilayah Kota.

Dalam ketentuan undang-undang tersebut, kota/kabupaten diharuskan memiliki ruang terbuka hijau minimal 30 persen dari total luas wilayah. Rincian 20 persen ruang terbuka hijau publik dan 10 persen ruang terbuka hijau privat.

Kepala Bappeda Kota Cimahi, Huzein Rachmadi, mengatakan minimnya lahan ruang terbuka hijau di Kota Cimahi terjadi sejak 2001, tepatnya saat Cimahi menjadi kota administratif.

Jalan Penghubung Sindangkerta-Gununghalu yang Ambles Sisinya Bakal Diperbaiki Tahun Ini

Menteri PUPR: Pembangunan Terowongan Air Curug Jompong Ditargetkan Beres Akhir 2019

"Jadi, wilayah Kota Cimahi saat ini lebih didominasi oleh hunian, area militer, perkantoran dan area waralaba," ujarnya saat ditemui di Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, Selasa (19/2/2019).

Ia mengatakan, RTH yang tersisa saat ini kebanyakan hanya berada di wilayah Cipageran dan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, serta di sepanjang aliran sungai dari wilayah utara, tengah, hingga selatan Kota Cimahi.

Bahkan keberadaan ruan terbuka hijau pun bisa terus berkurang karena adanya alih fungsi lahan seperti pembebasan lahan untuk proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung dan pembangunan perumahan di Kampung Adat Cireundeu.

Pemkot Cimahi mengaku terkendala keterbatasan lahan untuk membangun ruang terbuka hijau, terlebih lahan di Jalan Aruman saat ini akan beralihfungsi menjadi gedung Mall Pelayanan Publik (MPP).

"Kota Cimahi ini kan keterbatasan lahan. Jadi, kendalanya untuk penambahan RTH di Cimahi ini karena luas lahannya yang segitu-gitu saja," kata Huzein.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved