Puluhan Anak Kurang Mampu dari Keluarga Difabel dan Anjal Dapat Pengobatan Gratis & Seragam Sekolah

Manajemen Javaretro Suite Hotel bersama Perhimpunan Alumni Dokter Maranatha (PADMA) menggelar bakti sosial kepada anak usia sekolah yang kurang mampu

Puluhan Anak Kurang Mampu dari Keluarga Difabel dan Anjal Dapat Pengobatan Gratis & Seragam Sekolah
TRIBUN JABAR/KEMAL SETIA PERMANA
Ketua YKKJRK yang juga pemilik Javaretro Suite Hotel, Petrus Adam Santosa (kedua kiri) bersama Ketua Pelaksana PADMA dr Adrian Suhendra (ketiga kiri) berfoto bersama perwakilan anak-anak kurang mampu dan anjal yang mendapat bantuan pengobatan gratis serta seragam sekolah di acara bakti sosial yang digelar di Rumah Singgah, Jalan Hercules, Cipedes, Bandung, Sabtu (16/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Manajemen Javaretro Suite Hotel bersama Perhimpunan Alumni Dokter Maranatha (PADMA) kembali menggelar bakti sosial kepada puluhan anak usia sekolah yang kurang mampu dari keluarga difabel serta anak anak jalanan di Rumah Singgah Jalan Hercules No 76-78, Cipedes, Bandung, Sabtu (16/2/2019).

Puluhan anak kurang mampu yang masih sekolah serta para difabel memperoleh santuan dari manajemen Javaretro Suite Hotel berupa baju seragam sekolah, serta handuk untuk mereka yang belum sekolah. Sementara kaum difabel memperoleh pengobatan dan cek kesehatan gratis dari tim dokter PADMA dan Unpad di Rumah Singgah yang berada di bawah naungan Yayasan Kebhinekaan Kesatuan Jiwa Raga Kami (YKKJRK).

Pemilik Javaretro Suite Hotel, Petrus Adamsantosa yang juga Ketua YKKJRK, mengatakan bahwa jumlah anak penerima bantuan seragam dan pengobatan gratis total mencapai 82 orang, terdiri dari anak (24 orang), balita (10 orang) dan dewasa (48 orang).

"Total anak yang mendapatkan seragam 19 orang anak, Sementara anak yang tidak mendapatkan seragam yaitu balita yang belum sekolah mendapatkan handuk masing-masing satu setel; besar dan kecil," kata Adam di sela acara.

"Kami berharap agar anak anak ini gigih dalam memperjuangkan cita citanya, tidak terkendala dari segi teknis, terutama yang disebabkan oleh keterbatasan orang tua nya. Kami berencana melakukan pembagian sepatu sekolah gratis pada baksos bulan depan, kemudian tas gratis, perangkat sekolah gratis dan seterusnya. Kami sudah melakukan survey, dan putra putri dari keluarga difabel ini adalah salah satu yang kami bantu, karena pada umumnya mereka masih punya semangat juang gigih untuk maju namun saat bersamaan sering terkendala dari segi teknis pembiayaan," tambah Adam.

Adam berharap agar hal itu mampu melecut semangat mereka untuk tetap sekolah, semangat dan tak putus asa mengejar cita-cita setinggi langit.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu dokter relawan dari Unpad, dr Ajeng Fitria mengatakan bahwa pemeriksaan yang dilakukan saat itu merupakan bagian dari kegiatan sosial yang dia ikuti bersama beberapa tim baksos pimpinan Petrus Adamsantosa dalam beberapa hari di banyak titik.

Dokter Pascasarjana Anti Aging dan Aestetic Medicine Unpad, mengatakan bahwa kebanyakan penyandang difabel dewasa yang mendapat pengobatan dan pemeriksaan gratis mengidap sakit lambung.

"Itu salah satunya karena pola makan mereka yang tidak teratur, serta faktor pikiran. Karena dua faktor ini mereka banyak terkena penyakit lambung," katanya.

BREAKING NEWS, Situasi Terkini di Stadion si Jalak Harupat Menjelang Laga Persib Bandung vs Arema FC

Heboh Jokowi Dituding Gunakan Alat Bantu Komunikasi Saat Debat Capres, Gara-gara Pegang Pulpen

Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved