Puluhan Anak Kurang Mampu Keluarga Difabel dan Anjal Dapat Pengobatan Gratis dan Seragam Sekolah
Manajemen Javaretro Suite Hotel bersama Perhimpunan Alumni Dokter Maranatha (PADMA) menggelar bakti sosial kepada anak usia sekolah yang kurang mampu
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Manajemen Javaretro Suite Hotel bersama Perhimpunan Alumni Dokter Maranatha (PADMA) kembali menggelar bakti sosial kepada puluhan anak usia sekolah yang kurang mampu dari keluarga difabel serta anak-anak jalanan di Rumah Singgah Jalan Hercules No 76-78, Cipedes, Bandung, Sabtu (16/2/2019).
Puluhan anak kurang mampu yang masih sekolah serta para difabel memperoleh santuan dari manajemen Javaretro Suite Hotel berupa baju seragam sekolah, serta handuk untuk mereka yang belum sekolah.
Sementara kaum difabel memperoleh pengobatan dan cek kesehatan gratis dari tim dokter PADMA dan Unpad di Rumah Singgah yang berada di bawah naungan Yayasan Kebhinekaan Kesatuan Jiwa Raga Kami ( YKKJRK).
Pemilik Javaretro Suite Hotel, Petrus Adamsantosa yang juga Ketua YKKJRK, mengatakan bahwa jumlah anak penerima bantuan seragam dan pengobatan gratis total mencapai 82 orang, terdiri dari anak (24 orang), balita (10 orang) dan dewasa (48 orang).
"Total anak yang mendapatkan seragam 19 orang anak, Sementara anak yang tidak mendapatkan seragam yaitu balita yang belum sekolah mendapatkan handuk masing-masing satu setel; besar dan kecil," kata Petrus Adamsantosa di sela acara.
"Kami berharap agar anak anak ini gigih dalam memperjuangkan cita citanya, tidak terkendala dari segi teknis, terutama yang disebabkan oleh keterbatasan orang tua nya. Kami berencana melakukan pembagian sepatu sekolah gratis pada baksos bulan depan, kemudian tas gratis, perangkat sekolah gratis dan seterusnya. Kami sudah melakukan survey, dan putra putri dari keluarga difabel ini adalah salah satu yang kami bantu, karena pada umumnya mereka masih punya semangat juang gigih untuk maju namun saat bersamaan sering terkendala dari segi teknis pembiayaan," tambah Petrus Adamsantosa.
Petrus Adamsantosa berharap agar hal itu mampu melecut semangat mereka untuk tetap sekolah, semangat dan tak putus asa mengejar cita-cita setinggi langit.
Dalam kesempatan yang sama, salah satu dokter relawan dari Unpad, dr Ajeng Fitria mengatakan bahwa pemeriksaan yang dilakukan saat itu merupakan bagian dari kegiatan sosial yang dia ikuti bersama beberapa tim baksos pimpinan Petrus Adamsantosa dalam beberapa hari di banyak titik.
Dokter Pascasarjana Anti Aging dan Aestetic Medicine Unpad, mengatakan bahwa kebanyakan penyandang difabel dewasa yang mendapat pengobatan dan pemeriksaan gratis mengidap sakit lambung.
"Itu salah satunya karena pola makan mereka yang tidak teratur, serta faktor pikiran. Karena dua faktor ini mereka banyak terkena penyakit lambung," katanya.
• BREAKING NEWS, Situasi Terkini di Stadion si Jalak Harupat Menjelang Laga Persib Bandung vs Arema FC
• Heboh Jokowi Dituding Gunakan Alat Bantu Komunikasi Saat Debat Capres, Gara-gara Pegang Pulpen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ketua-ykkjrk-yang-juga-pemilik-javaretro-suite-hotel.jpg)