Waspada DBD

Kisah Petugas Juru Pemantau Jentik di Cirebon, Tiap Hari Berkeliling Kelurahan, Dibayar Rp 20 Ribu

Kisah petugas juru pemantau jentik di Kabupaten Cirebon. Tiap hari berkeliling digaji Rp 20.000 per bulan.

Penulis: Siti Masithoh | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Dewi saat mengecek jentik nyamuk Aedes Aigypti yang menyebabkan penyakit DBD di Blok Tuksaji, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (25/1/2019). 

Dewi merupakan satu-satunya kader jumantik di Keluarahan Babakan. Di Puskesmas Sumber sendiri, ada sebanyak 10 jumantik.

Koordinator Program DBD Puskemas Sumber, Imam Rifai, mengatakan, untuk tahun ini, tidak ada kasus DBD yang ditemukan.

"Namun kami sudah sediakan obatnya, berjaga-jaga barangkali nanti ada. Selama tahun 2016, ada 20 kasus, tahun 2017 ada tujuh kasus, dan tahun 2018 tidak ada kasus DBD," kata Imam.

Nyamuk aedes aigypti yang menyebabkan penyakit DBD suka menggigit pada jam-jam tertentu. Nyamuk itu akan menggigit manusia sekitar pukul 07.00 WIB-10.00 WIB dan sore hari pukul 17.00 WIB-19.00 WIB.

Ikan Cupang Jenis Ini Bisa Melahap 80 Jentik Nyamuk dalam Satu Kali Makan

DBD Renggut Nyawa Bocah 5 Tahun di Cimahi, Tak Tertolong Meski Sudah Dirawat di ICU

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved