Layanan Kesehatan Terbaru di Bandung, Halodoc Bantu Pasien Lebih Praktis dalam Menebus Resep Obat

Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang aplikasi layanan kesehatan, Halodoc kini sudah bisa dinikmati di RS Immanuel dan RS Bhayangkara Sartika Asih

Editor: Dedy Herdiana
ISTIMEWA
Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang aplikasi layanan kesehatan, Halodoc kini sudah bisa dinikmati di RS Immanuel dan RS Bhayangkara Sartika Asih. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang aplikasi layanan kesehatan, Halodoc kini telah bermitra dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dan pelayananannnya bagi warga Bandung dan sekitarnya melalui Halodoc Goes to Hospital sudah bisa dinikmati di RS Immanuel dan RS Bhayangkara Sartika Asih.

Hal itu terungkap saat Halodoc, aplikasi kesehatan terpadu berbasis online itu memperkenalkan layanan terbarunya, yakni Halodoc Goes to Hospital di Bandung.

Jonathan Sudharta, CEO Halodoc mengatakan Halodoc Goes to Hospital merupakan sebuah solusi kesehatan inovatif yang memberikan kemudahan bagi pasien dalam menebus resep saat berobat ke rumah sakit, baik obat racikan maupun non-racikan.

Berobat ke rumah sakit menjadi tantangan tersendiri bagi pasien karena mengharuskan mereka menjalankan sejumlah tahapan mulai dari pendaftaran, konsultasi dokter hingga pembayaran layanan dan pelayanan resep obat dengan proses kompleks.

Terdapat tujuh alasan utama yang mendasari pasien enggan melakukan berobat jalan, waktu tunggu pelayanan yang lama merupakan satu dari tujuh alasan tersebut, lainnya seperti tidak memiliki biaya berobat, tidak ada biaya transport, tidak ada sarana transportasi, memilih mengobati diri sendiri, tidak ada yang mendampingi dan merasa tidak perlu obat.

"Halodoc Goes to Hospitals hadir untuk memudahkan pasien agar tidak perlu mengantre lama di rumah sakit. Ini merupakan bagian dari wujud komitmen kami yang berkesinambungan pada masyarakat Indonesia dalam mempermudah akses kesehatan dengan cepat dan nyaman. Kami juga berupaya untuk membangun sinergi positif bersama rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan prima bagi setiap pasien,” kata Jonathan Sudharta, CEO Halodoc melalui rilis yang diterima Tribun Jabar, Senin (19/11/2018).

Manfaat Buah Kawista untuk Kesehatan, Dipercaya Bisa Sembuhkan Penyakit-penyakit Ini

Jangan Terlalu Banyak Mengonsumsi Kulit Ayam, Ini Bahayanya untuk Kesehatan Kita

Lina Marlina: Asuransi Kesehatan dan Pendidikan Anak Sangat Penting

Menyambut hadirnya Halodoc Goes to Hospitals, Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dr. Kuntjoro AP, M. Kes mengatakan bahwa sekarang ini teknologi digital sangat cepat berkembang dan mulai masuk ke komunitas kesehatan salah satunya rumah sakit.

Hal tersebut diakuinya akan membantu rumah sakit dalam menunjang pelayanan ke pasien secara lebih efisien dan efektif.

"Kami mengapresiasi kehadiran Halodoc Goes to Hospital sebagai salah satu aplikasi dalam mendukung hal tersebut. Besar harapan kami, layanan ini dapat meningkatkan kepuasan pasien,” ujar dr. Kuntjoro AP, M. Kes.

Melihat sambutan yang positif tersebut, Jonathan menambahkan bahwa layanan Halodoc Goes to Hospital dapat diakses oleh setiap pasien, baik pasien umum maupun pasien BPJS, begitupun pasien baru maupun pasien rawat jalan yang sudah rutin menebus obat di rumah sakit.

Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang aplikasi layanan kesehatan, Halodoc kini sudah bisa dinikmati di RS Immanuel dan RS Bhayangkara Sartika Asih
Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang aplikasi layanan kesehatan, Halodoc kini sudah bisa dinikmati di RS Immanuel dan RS Bhayangkara Sartika Asih (ISTIMEWA)

Kemudian, tahapan apa yang perlu pasien lakukan dalam menikmati layanan Halodoc Goes to Hospital?

Setelah menjalani konsultasi dengan dokter, pasien akan mendapatkan resep obat sesuai dengan sakit yang dialami.

Kemudian pasien melakukan pembayaran atas layanan konsultasi yang diberikan oleh dokter berikut dengan resep obat yang ingin ditebus.

Pada saat proses pembayaran inilah, pihak rumah sakit akan memberikan penawaran kepada pasien untuk pengantaran obat melalui layanan Halodoc Goes to Hospital.

Apabila pasien setuju menggunakan layanan ini, pasien hanya perlu melakukan dua langkah mudah;
1) Pasien mengisi data tambahan untuk pengiriman obat
2) Lakukan pembayaran obat sesuai dengan resep yang direkomendasikan oleh dokter.

Setelah semua tahapan tersebut terpenuhi, pasien dapat langsung meninggalkan rumah sakit dan menunggu pihak Halodoc mengantarkan obat ke alamat yang dikehendaki dengan jarak maksimal 40 kilometer, tanpa menunggu lama.

Pasien dapat memantau proses penebusan resep obat melalui akun pribadi yang telah didaftarkan pada aplikasi Halodoc. Lebih dari itu, pasien juga bisa mengetahui tata cara konsumsi obat melalui aplikasi.

“Rumah sakit Immanuel melayani lebih dari 300 resep obat rawat jalan bagi pasien yang datang dari berbagai wilayah di kota Bandung setiap harinya. Kerja sama dengan layanan Halodoc Goes to Hospital tentu dapat membantu kami mengoptimalkan pelayanan farmasi di rumah sakit, serta memberikan pilihan bagi pasien untuk dapat istirahat pemulihan sambil menunggu kedatangan obat di rumah,” ungkap Efina Widiantini, S.Farm.,Apt, Kepala Instalasi Farmasi Rumah Sakit Immanuel.

Sebagai tahap awal, Halodoc menargetkan untuk menjalin kerja sama dengan 500 rumah sakit yang tersebar di Indonesia hingga akhir 2019.

Hingga Oktober 2018, Halodoc telah berhasil menjalin kerja sama dengan lebih dari 100 rumah sakit pemerintah maupun swasta di sejumlah kota di Indonesia; Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Cirebon, Bandung, Semarang, Surabaya, Gresik, Jember, Malang, Ponorogo, Bali, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Lampung, dan Makassar.

Bagi pasien di Kota Bandung layanan Halodoc Goes to Hospital dapat digunakan di dua rumah sakit yakni RS Immanuel dan RS Bhayangkara Sartika Asih.

Halodoc juga akan menambah kerja sama dengan sejumlah rumah sakit lainnya untuk menjangkau lebih banyak pasien.

“Besar harapan kami kehadiran Halodoc Goes to Hospital bisa dimanfaatkan dengan baik, tidak saja oleh pasien namun juga oleh sejumlah rumah sakit di kota Bandung agar mampu mendorong tingkat kepuasan pasien dalam memberikan layanan yang cepat dan bermutu,” tutup Jonathan. (*)


Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved