Sabtu, 11 April 2026

Dedi Mulyadi Sebut Komitmen Jokowi Perbaiki Lingkungan di Jabar Jadi Nilai Plus Tersendiri

"Kita bersama membicarakan bahwa Jokowi juga punya konsen terhadap pemberian tanah bagi warga miskin. Dan fokus terhadap masalah hutan,"

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
istimewa
Dedi Mulyadi mencium tangan Solihin GP saat pertemuan mereka di rumah Solihin di Bandung, Jumat (28/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Tim Kampanye Daerah Jabar untuk Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Dedi Mulyadi, mengatakan selama memimpin Indonesia hampir lima tahun, Jokowi telah berkomitmen memperbaiki kondisi lingkungan dan alam di Jabar, di antaranya normalisasi daerah aliran Sungai Citarum.

Dalam kesempatan pertemuannya dengan Solihin GP yang merupakan Dewan Penasihat tim tersebut di kediaman Solihin di Jalan Cisitu Lama, Kota Bandung, Jumat (28/9/2018), Dedi mengatakan akan terus memperjuangkan kemenangan Jokowi di Pilpres 2019 yang telah berkomitmen memperbaiki lingkungan di Jabar.

Perbedaan Besaran Ganti Rugi Lahan Proyek Tol Cisumdawu Diduga jadi Alasan Menjamurnya Rumah Hantu

"Kita bersama membicarakan bahwa Jokowi juga punya konsen terhadap pemberian tanah bagi warga miskin. Dan fokus terhadap masalah hutan," kata Dedi dalam pertemuan tersebut.

Pembicaraan ke depan dalam program kerja Jokowi di Jabar, katanya, adalah tentang luas hutan konservasi dan hutan lindung yang harus ditambah. Area Perhutani yang selama ini untuk kepentingan ekonomi, sebagian dijadikan hutan lindung sehingga luasnya bertambah.


Jokowi pun didorong untuk menjaga eksistensi lahan pertanian dan lahan hijau lainnya, di tengah perkembangan industri di Jawa Barat. Tata ruang untuk menjaga kondisi lingkungan di Jabar ini pun, katanya, harus ditegakan.

Sebelumnya, Solihin GP mengatakan telah memetakan upaya pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Jabar di antaranya dengan mengevaluasi raihan suara Jokowi di Pilpres 2014. Pada 2014 pun, katanya, dirinya mendukung Jokowi untuk meraih suara banyak di Jabar.

Solihin mengatakan walaupun prosentase raihan suara Jokowi di Jabar tidak sebesar raihan suara untuk Prabowo, target raihan suara untuk Jokowi di Jabar pada 2014 sudah tercapai dan mampu mengantarakan Jokowi ke kursi Presiden RI.

"Kita pelajari kenapa waktu 2014 suara Jokowi kalah di sini dan di sini. Di perbatasan Jakarta banyak kalahnya. Di 2019 ini tidak boleh terulang," kata Solihin, seraya menyebutkan ia hanya menerima perintah dari Jokowi untuk menjadi Dewan Penasihat Tim Kampanye Daerah Jabar.

Berdasarkan keputusan dari Tim Jokowi-Ma'ruf tersebut, kata Solihin, ia ditunjuk menjadi penanggung jawab kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Ia sebelumnya tidak meminta untuk dimasukkan ke dalam struktur tim kampanye di Jabar.


Sebagai pejuang, kata Solihin, ia menanggapi surat keputusan menjadi dewan penasihat tersebut dengan cara membuktikan diri dan merealisasikan kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Jabar dan Indonesia.

Solihin mengaku telah mengenal Jokowi sejak 2014, saat Jokowi mencalonkan diri sebagai Presiden. Dulu, katanya, nama Jokowi belum terkenal luas di Jawa Barat, tetapi ia meyakini Jokowi akan menjadi pemimpin Indonesia yang membawa kebaikan dan kebahagiaan.

"Saya kenalnya tidak sehari. 2014 saya sudah menyatakan mendukung Jokowi. Waktu itu masih awam, saya sudah yakin dia akan menjadi Presiden yang membawa kebaikan dan kebahagiaan ka urang sarerea," katanya.

Berbekal hubungan baiknya tersebut, Solihin meyakini Jokowi bisa memimpin Indonesia untuk kedua kalinya. Solihin menaku telah  menitipkan amanat untuk memperbaiki kondisi lingkungan di Jabar, mulai dari normalisasi Sungai Citarum sampai hutan di Jabar.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved