Rabu, 8 April 2026

HUT Kemerdekaan RI

Ini Alasan Pengelola TWA Gunung Papandayan Adakan Lomba Memungut Sampah

PT Alam Indah Lestari selaku pihak pengola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan Garut, menyebutkan, perlombaan memungut sampah baru pertama . .

Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Warga ikuti lomba pungut sampah di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandanyan di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jumat (17/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - PT Alam Indah Lestari selaku pihak pengola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan Garut, menyebutkan, perlombaan memungut sampah baru pertama kali dilakukan.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga Garut berbondong - bondong, mendatangi Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandanyan di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jumat (17/8/2018).

Warga datang mengunjungi wisata alam ini, tak sekadar untuk menikmati panorama kawah Gunung Papandayan, melainkan guna menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-73.

6 Bayi Telah Lahir di RS Borromeus Bertepatan dengan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI

Menang dari PSKC Cimahi, Manajer Persib Bandung Malah Serba Salah

Di antara berbagai macam perlombaan hari kemerdekaan, salah satu lomba yang paling menarik ratusan orang ini, yakni perlombaan memungut sampah di sekitaran camping ground.

Dibagi kedalam kelompok, peserta lomba yang berasal dari berbagai kalangan tampak begitu antusias mengikuti lomba tersebut, meski cuaca siang tadi begitu terik.

Mulai dari anak - anak hingga dewasa, saling berebut untuk mengumpulkan sampah rumah tangga yang berserekan di sekitar bumi perkemahan dan pemandian air panas.


Direktur PT AIL, Tri Persada, mengatakan, pihaknya sengaja mengadakan lomba memungut sampah yang bertujuan untuk sama - sama menjaga kelestarian alam, terutama di Kawasan Gunung Papandayan.

"Menimbulkan adanya kesadaran untuk menjaga alam, karena ini demi kepentingam panjang, bukan sesaat," kata Tri di TWA Gunung Papandayan, Jumat (17/8/2018).

Dalam kegiatan tersebut, kata Tri, banyak sekali yang terlibat, mulai dari pengunjung, warga sekitar, para pemiliki warung dan toko asesoris, karyawan PT AIL dan tokoh masyarakat.

"Dalam menjaga alam tidak ada perbedaan, semua sama," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved