Senin, 18 Mei 2026

Pilpres 2019

Ini Tanggapan Dedi Mulyadi untuk Pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin di Pilpres 2019

Sebagai santri Kiai Ma’ruf Amin, Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi menyambut baik dipilihnya Ma’ruf Amin sebagai Calon Wakil Presiden Joko Widodo.

Tayang:
Penulis: Haryanto | Editor: Dedy Herdiana
ISTIMEWA
Ketua DPD I Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi bertemu dengan Kiai Ma'aruf Amin, Sabtu (11/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Sebagai santri Kiai Ma’ruf Amin, Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi menyambut baik dipilihnya Ma’ruf Amin sebagai Calon Wakil Presiden Joko Widodo.

Selain itu, gabungan partai politik dari Koalisi Indonesia Kerja, tanpa ragu menerima sosok kiai sepuh tersebut sebagai pendamping Joko Widodo hingga Tahun 2024.

Menurut Dedi, tidak ada alasan lagi untuk ragu dalam memilih pasangan pasangan Presiden Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Hal itu dikatakannya saat ditemui di rumahnya, Pasawahan, Purwakarta, pada Sabtu (11/8/2018).

"Tidak ada keraguan lagi kepada pasangan ini saat maju di 2019. Dipilihnya Kiai Ma'aruf Amin, itu respon pa Jokowi, yang secara tidak langsung memenuhi apa yang menjadi keinginan para pihak agar ulama dihormati," kata Dedi.

Bahkan, adanya pimpinan PBNU itu, menurut mantan Bupati Purwakarta itu menyebut Pilpres 2019 akan berlangsung sejuk.

Tidak akan ada lagi isu SARA sebagaimana pernah membelah konstelasi publik pada Pilpres 2014. Saat itu, isu sektarian menjadi andalan salah satu pasangan calon untuk menyudutkan pasangan calon lain.

Menurutnya bisa menjadi solusi dari perdebatan berkepanjangan antara kaum nasionalis-moderat-plural dengan kaum fundamentalis-ultranasionalis.

Kedua sosok itu merupakan sintesa dari kondisi bangsa yang seolah sempat terpecah akibat beberapa kontestasi politik.

"Pasangan Pak Joko Widodo dengan Ma’ruf Amin itu sesungguhnya menyudahi politik berlatar senitimen agama. Saya kira di Pilpres ini tidak ada isu SARA. Kalau pun ada, tidak akan memperoleh eksposure bagus. Kan, Cawapresnya juga mbahnya ulama," ujarnya.

Terjalinnya hubungan Jokowi-Ma’ruf Amin menurut Dedi merupakan pasangan ideal secara ideologi juga.

Pasalnya, keduanya memiliki akar dan ceruk potensial untuk mendulang suara di Pilpres 2019. Jokowi berasal dari kalangan nasionalis, sementara Kiai Ma’ruf berasal dari kalangan religius.

“Pak Jokowi menunjukan sikap seorang negarawan. Beliau paham betul kondisi bangsa Indonesia. Pasangan ini bisa menjadi perekat tenun kebangsaan kita. Tidak ada keraguan memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin,” ucap dia.

Diketahui, antara Dedi Mulyadi dan Kiai Ma’ruf Amin sendiri bukanlah sekedar tahu. Namun jauh dari itu, Rais Am PBNU itu merupakan guru bagi Dedi dan sering tukar ide dan saran. Termasuk meminta masukan terkait pembangunan akhlak di Purwakarta.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved