Kamis, 21 Mei 2026

Panji Petualang Ungkap Alasan Buaya Kali Grogol Sulit Ditangkap

Melalui Instagram pribadinya, @panjipetualang, Panji mengungkapkan alasan buaya tersebut sulit untuk ditangkap.

Tayang:
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Mas Kisdiantoro
Kolase Tribun Jabar/Kompas.com

TRIBUNJABAR.ID - Pencarian buaya di kali Grogol, Jakarta Barat berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (27-28/6/2018) belum membuahkan hasil.

Buaya yang belum berhasil ditangkap itu mendapat perhatian dari Panji Petualang.

Melalui Instagram pribadinya, @panjipetualang, Panji mengungkapkan alasan buaya tersebut sulit untuk ditangkap.

Dalam foto dan keterangan yang diunggah pada Rabu (27/6/2018) Panji mengatakan buaya harus ditangani dalam keadaan tenang.

Menurutnya, buaya adalah hewan sensitif yang tak suka keramaian.

"Nangani buaya mesti tenang, enggak bisa bising, terlalu banyak orang buaya akan sensitif untuk lari," ujarnya.

Panji juga menyarankan agar penyisiran dilakukan pada malam hari.

Mengingat pada siang hari akan banyak warga yang berkumpul melihat proses penangkapan buaya.

Hal tersebut akan membuat buaya malu dan lari.

Panji menyemangati tim yang bertugas dan mengajak agar warga kooperatif sehingga proses penangkapan bisa berjalan dnegan mudah.

"Semangat buat rekan-rekan tim rescue buaya di Grogol, kita rescue diam-diam yuk bantuin teman-teman di sana," katanya.

Baca: Panji Petualang Cari Ular di Malam Hari, Tiba-tiba Bola Api Misterius Jatuh, Merinding, Gemetaran

Baca: Ular Telan Manusia, Panji Petualang: Bisa Telan Manusia Bila Kepalanya Sebesar Telapak Tangan

Baca: Panji Petualang Ungkap Penyebab Ular Piton Sulawesi Kerap Menelan Orang Bulat-bulat, Tetap Waspada!

Unggahan Panji Petualang
Unggahan Panji Petualang (Instagram)

Petugas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara mulai melakukan penyisian di Kali Grogol sejak Rabu (27/6/2018).

Sebelum penyisiran dilakukan, petugas menerima laporan warga yang melihat sejumlah buaya di kali tersebut.

Melansir dari Kompas.com, kemunculan buaya terjadi pada pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan penjelasan warga, buaya tersebut memiliki panjang sekitar satu meter.

Selain petugas kebakaran, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta juga menurunkan timnya untuk membantu dalam pencarian buaya.

Usaha para petugas hampir saja berhail, namun gagal karena tindakan yang dilakukan oleh warga yang menyaksikan penangkapan tersebut.

Tak berbeda dengan yang dikatakan Panji Petualang, Menurut Petugas Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Widodo mengatakan buaya yang hampir ditangkap itu masuk kembali ke air sete;ah dilempari batu oleh warga.

"Tadi informasi terakhir kan sudah digiring kelihatan ke arah pintu air. Ketika dilakukan proses penangkapan, dilempar (batu) sama masyarakat, masuk lagi ke dalam," ujarnya.

Ayam digantung di Kali Grogol sebagai umpan untuk menangkap buaya.
Ayam digantung di Kali Grogol sebagai umpan untuk menangkap buaya. (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA)

Setelah gagal, pencarian lanjutan dilakukan keesokan harinya, Kamis (28/6/2018).

Pada hari kedua, petugas sudah lima kali melihat kemunculan buaya.

"Kalau dilihat dari fakta di lapangan, sudah lima kali sampai siang ini dari pagi," kata Kepala Seksi Wilayah 2 Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta, Bambang Yudi.

Baca: Ini Jawaban Tukul Arwana Saat Ditanya Minatnya Terjun ke Dunia Politik, Biar Mereka Saja

Baca: Kisah Perjalanan Petani Kopi Ciwidey: Biji Kopinya Dijual hingga Ke Chili dan Moskow

Baca: Setelah Menyimak Tausiah Aa Gym, Ini Kata Wali Kota Cimahi untuk Para ASN

Petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta bersama Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan sudah melakukan pencarian buaya selama dua hari, dari Rabu (27/6/2018) hingga Kamis (28/6/2018) di Kali Grogol, Jakarta Barat
Petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta bersama Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan sudah melakukan pencarian buaya selama dua hari, dari Rabu (27/6/2018) hingga Kamis (28/6/2018) di Kali Grogol, Jakarta Barat (Kompas.com)

Adapun rinciannya, yaitu pada pukul 7.00 WIB terlihat seekor buaya berukuran 2.5 meter dan pukul 9.30 berukuran 1.2 meter.

"Ketiga, pukul 10.30 dari tim Damkar ketemu di sisi sebelah kiri (Kali) (dan) ada lagi enggak lama itu. Terkahir kelihatan moncongnya siang ini sekitar pukul 13.00," ujar Bambang Yudi.

Banyaknya warga yang menyaksikan membuat petugas kesulitan.

"Kesulitannya karena banyak masyarakat yang menonton dan melempar-lempar. Buayanya tadinya muncul jadi nyelam lagi. Dia (buaya) kan stres, dia biasa dengan ketenangan," ujarnya. (Tribun Jabar/Fidya Alifa/Yudha Maulana)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved